Mendayung di Antara Dua Karang: Alasan Indonesia Menangguhkan Inisiatif Perdamaian Barat
Di tengah tatanan global yang kian terbelah ke dalam blok kekuatan besar, Indonesia sedang menguji batas pengaruhnya sebagai kekuatan menengah. Alih-alih terseret ke orbit strategis Washington atau Beijing, Presiden Prabowo Subianto memainkan diplomasi netralitas pragmatis yang penuh perhitungan. Mulai dari menangguhkan keterlibatan dalam dewan damai bentukan Barat hingga berkomitmen mengerahkan 8.000 personel pemelihara perdamaian ke Gaza, Jakarta membuktikan bahwa diplomasi independen pada 2026 membutuhkan ketegasan nyata, bukan sekadar retorika.
By Dewi Rahayu|6 days ago