Sains & Teknologi

Mark Zuckerberg Berjanji Akan Lebih Bertanggung Jawab Dalam Melindungi Data Pribadi Pengguna Facebook

Mark Zuckerberg Berjanji Akan Lebih Bertanggung Jawab Dalam Melindungi Data Pribadi Pengguna Facebook - newslyfe.com

Mark Zuckerberg, CEO Facebook, mengatakan pada anggota parlemen bahwa perusahaannya akan lebih “proaktif” dalam membagikan data pribadi penggunanya dengan aplikasi pihak ketiga.

Hal ini dilakukannya usai dirinya gagal melindungi seluruh dara pribadi milik pengguna media sosial miliknya tersebut.

Seluruh pernyataan tersebut didengar langsung oleh Peradilan Senat dan Komite Perdagangan di mana pihaknya didesak untuk mengusut skandal data pengguna Facebook yang disalah gunakan oleh Cambridge Analytica.

Akibatnya, kampanye presiden Amerika tahun 2016 disebut-sebut ikut terkena pengaruhnya.

Zuckerberg mengatakan pada Senat Chuck Grassley “Saya yakin penting memberitahukan pada masyarakat bagaimana datanya digunakan, dan itu kenapa ketika foto kalian dibagikan akan muncul pertanyaan dengan siapa kalian ingin membagikan foto ini.”

Sebelumnya Facebook tidak memberitahukan pada masyarakat secara detil bagaimana data tersebut digunakan dengan dalih akan mengurangi jumlah masyarakat yang akan membacanya.

Sang CEO menginformasikan bahwa perusahaannya “akan berpikiran lebih terbuka dalam mengemban tanggung jawabnya.”

Mengatakan pada Senator John Thune, dirinya menjelaskan bahwa selama 10-12 tahun pertama berdirinya perusahaan, Zuckerberg memandang tanggung jawabnya hanya sekedar membangun perusahaan tersebut.

“Saya rasa saat ini kami perlu mengambil peran yang lebih proaktif sekaligus melebarkan pandangan kami terhadap tanggung jawab yang kami emban.”

Mantan siswa Universitas Harvard ini mengatakan bahwa Facebook belum memberitahukan pada Komisi Perdagangan Federal (FTC) dikarenakan dirinya merasa kasus yang melibatkan Cambridge Analytica ini telah ditutup usai perusahaan mengahapus seluruh informasi yang dimiliki.

Pada Senator Bill Nelson, Zuckerberg menjelaskan “untuk meninjau kembali peristiwa-peristiwa sebelumnya, kami harus melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.”

Ketika muncul isu pemain asing  ikut campur dalam pemilihan presiden AS tahun 2016 silam, Zuckerberg menyatakan bahwa timnya kala itu sedang bekerja untuk meningkatkan kinerja sarana kecerdasan buatan agar bisa mengidentifikasi akun-akun palsu yang kerap menyebarkan informasi keliru.

Zuckerberg menyatakan “Penyesalah terbesar kami adalah kami lamban dalam mengidentifikasi operasi jenis baru yang dilancarkan. Kami mengira serangan yang muncul hanyalah serangan dunia maya yang biasa.”

“Awal mula serangan ini disebabkan oleh orang-orang di Rusia yang kerjanya mencoba serta mengeksploitasi sistem kami ataupun sistem-sistem lainnya.”

Dirinya menambahkan “Serangan ini seperti kompetisi; mereka akan semakin meningkatkan serangannya sehingga kami juga perlu meningkatkan keamanan sistem kami.”

Zuckerberg mengatakan pada Senator Dianne Feinstein bahwa Facebook bisa sampai gagal bertindak cepat karena perusahaan Rusia tersebut tidak menggunakan layanan mesin media sosialnya.

“Kami tak memiliki apapun untuk bisa mencegah serangannya,” dirinya mengatakan pada para senator.

Sementara itu, sang penduduk New York mengatakan belum ada karyawan yang dipecat akibat merebaknya skandal Cambridge Analytica.

Terkait ada atau tidaknya regulasi saat ini yang bertujuan untuk mencegah kejadian serupa terulang, Zuckerberg memastikan kalau dirinya akan mengonsultasikan beberapa usulan dalam menanggulangi masalah ini dengan timnya.

Di sela-sela pertanyaan yang ditujukan padanya, sambil menjelaskan cara Facebook mengumpulkan dan membagikan data, Zuckerberg menyatakan bahwa saat ini dirinya sedang bekerja sama dengan penasehat khusus, Robert Mueller.

Kendati demikian, dirinya tak yakin apakah perusahaannya telah menerima panggilan dari pengadilan atau belum.

Selain itu, kekhawatiran adanya main politik di dalam tubuh Facebook turut bermunculan, namun untungnya, ada tindakan aktif yang digencarkan untuk membasmi hal semacam ini.

Zuckerberg mengatakan pada para politisi tersebut bahwa Facebook tak akan bekerja sama dengan pemerintahan Trump untuk melakukan pemeriksaan ketat terhadap para imigran.

Facebook mengklaim pihaknya baru mau bekerja sama jika ancaman atau hal yang membahayakan berpeluang besar terjadi, hingga pihaknya berkewajiban untuk turun tangan.

Sebelum kesaksiannya Zuckerberg menyampaikan pesan dalam media sosialnya, mengatakan kalau “Facebook perlu meningkatkan tanggung jawabnya, tak hanya mengembangkan media sosial tersebut, namun juga memastikan sarana itu digunakan untuk tujuan kebaikan.”

Sumber: Sputnik

Tinggalkan komentar