Sains & Teknologi

Di Tahun 2024, Satu-satunya Stasiun Luar Angkasa Milik China Lah Yang Masih Mengorbit

Di Tahun 2024, Satu-satunya Stasiun Luar Angkasa Milik China Lah Yang Masih Mengorbit - newslyfe.com

Dewasa ini, modul inti stasiun luar angkasa China bersama tim pengembang mudanya tengah menjadi sorotan publik.

Mereka mendorong  spekulasi bahwa selepas tahun 2024, stasiun luar angkasa China akan menjadi satu-satunya stasiun luar angkasa yang masih mengorbit.

China Central Television (CCTV) melaporkan pada hari Sabtu lalu jika modulnya saat ini sedang diuji coba di pabrik Space City yang berlokasi di wilayah Tianjin, sebelah utara China.

Menurut laporan kantor berita tersebut, ini merupakan kali pertama gambar modulnya ditunjukkan pada masyarakat luas.

Tampak stasiun luar angkasa tersebut dilengkapi dengan kompartemen kontrol utama, silinder besar dan kecil, sedangkan modul intinya berfungsi untuk mengontrol penerbangan, sistem tenaga serta sistem pendukung keberlangsungan stasiun secara menyeluruh.

Tak hanya sampai disitu, sang desainer sistem stasiun luar angkasa ini, Zhang Hao, mengatakan modul inti ini juga akan menjadi tempat para astronot bekerja, melakukan percobaan serta beristirahat.

Hasil akhir stasiun luar angkasa ini akan terdiri dari satu modul inti dan dua modul percobaan yang masing-masing berbobot lebih dari 20 ton.

Seluruh bagian stasiun luar angkasanya dapat digabungkan menggunakan dua pesawat berawak dan satu pesawat kargo, CCTV melaporkan.

Seorang profesor sains luar angkasa dari peking University, Jiao Weixin, turut membeberkan berita mengenai stasiun luar angkasa China yang sedang menjadi pusat perhatian ini.

Dia mengatakan pada Global Times jika stasiun ini nantinya akan dilengkapi dengan sebuah tangan robot yang berguna untuk membantu memasang atau membongkar peralatan di dalam stasiun luar angkasa.

Zhu Guangchen, wakil ketua desainer stasiun luar angkasa ini menambahkan “jika pesawat luar angkasa Shenzhou diibaratkan sebuah mobil, dan stasiun luar angkasa Tiangong-1 dan Tiangong-2 merupakan apartemen dengan satu ruang tidur, maka stasiun luar angkasa ini adalah apartemen yang memiliki tiga ruang tidur, satu ruang tamu dan satu ruang penyimpanan.”

Zhu sendiri ikut bergabung dalam tim pengembangan ini di tahun 1995.

Saat itu China ditinggalkan dalam proyek International Space Station (ISS) yang melibatkan 16 negara.

“Sekedar informasi, usia rata-rata tim pengembang proyek stasiun luar angkasa China saat ini sekitar 35 tahun,” ujar Zhu.

Tak merasa kesal karena telah ditinggal dalam proyek ISS tahun 1995 dulu, China justru bersyukur, berkat penolakan tersebut kini negaranya justru memiliki penelitian teknologi sistem stasiun luar angkasanya sendiri.

Stasiun luar angkasa China ini juga digadang-gadang menjadi satu-satunya stasiun luar angkasa yang masih beroperasi hingga selepas tahun 2024 ketika ISS diprediksikan akan dipensiunkan, sehingga China lah yang akan mendominasi percobaan di luar angkasa.

Sementara itu, Pusat Astronot China di Beijing mengumumkan bahwa pelatihan astronot yang akan diselenggarakan di stasiun luar angkasa negara juga telah dimulai.

Menurut berita yang dilansir dari kantor berita China News Service, pelatihan ini meliputi latihan yang dilakukan di dalam air dan latihan bertahan hidup di wilayah gurun.

Sumber: Sputnik

Tinggalkan komentar