Politik

Rusia: Donald Trump Tak Pantas Dapat Nobel Perdamaian

Rusia: Donald Trump Tak Pantas Dapat Nobel Perdamaian - newslyfe.com

Seorang anggota dewan Rusia menyebut Donald Trump tak pantas mendapat hadiah nobel hanya karena perannya dalam kesepakatan Korea. Menurutnya, pemberian hadiah nobel hanya akal-akalan AS agar mendapat pujian dalam resolusi konflik Korea yang telah melanda selama berpuluh-puluh tahun.

“Saya memandangnya hanya sebagai akal-akalan AS, agar pihaknya dilihat sebagai satu-satunya negara yang berkontribusi dalam resolusi ini,” ujar Konstantin Kosachev, Ketua Komite Dewan Tinggi Rusia untuk Hubungan Internasional pada kantor berita TASS pada hari Sabtu.

Kosachev beranggapan, satu-satunya peran Donald Trump atau secara garis besar AS dalam konflik Korea adalah memprovokasi ketegangan di wilayah Semenanjung Korea.

Sang anggota dewan juga menambahkan bahwa program nuklir Korea Utara yang diributkan selama ini hanyalah tanggapan atas tindakan permusuhan yang kerap dilakukan Donald Trump.

Sedangkan menurut Kosachev, upaya penyelesaian konflik Korea bisa sukses karena campur tangan berbagai negara meliputi Rusia dan China.

Saat disinggung mengenai usulan hadiah nobel perdamaian yang akan diberikan pada Donald Trump, Kosachev mengatakan hal ini serupa dengan penyerahan nominasi Barack Obama di tahun 2009 silam.

Pernyataan Kosachev muncul sesaat setelah anggota dewan AS, Lindsey Graham, dalam akun Twitternya mencuitkan bahwa Donald Trump layak menerima nobel perdamaian jika negosiasi denuklirisasi di Semenanjung Korea sukses.

“Donald Trump berusaha meyakinkan Korea dan Cina jika dirinya serius ingin membawa perubahan di Semenanjung Korea. Perubahannya memang belum nampak, namun jika upayanya berhasil, Donald Trump layak mendapat hadiah nobel,” Graham menulis dalam akun Twitternya.

Sebelumnya pada minggu ini, Kim Jong Un dan Moon Jae In telah sukses menggelar KTT yang bertujuan untuk mengakhiri Perang Korea.

Sebagai informasi, sejak tahun 1953 upaya gencatan senjata memang telah diberlakukan di wilayah Semenanjung Korea. Namun hingga kini upaya mengakhiri perang secara resmi belum juga terlaksana.

Oleh karena itu, dalam KTT tersebut kedua belah pihak sepakat untuk melaksanakan upaya denuklirisasi penuh di wilayah Semenanjung Korea serta mengakhiri Perang Korea secara sah.

Sementara itu, Donald Trump menyebut KTT antara kedua pemimpin Korea sebagai sebuah “peristiwa bersejarah” dan “kemajuan besar”. Tak lupa, Trump turut memuji usaha Presiden Cina Xi Jinping atas terselenggaranya KTT ini.

Sumber: RT

Tinggalkan komentar