Politik

Perdana Menteri Israel Mendesak Negara Lain Mengikuti Langkah AS Memindahkan Kedubesnya

Perdana Menteri Israel Mendesak Negara Lain Mengikuti Langkah AS Memindahkan Kedubesnya - newslyfe.com

Terlepas dari kecaman yang dilontarkan Uni Eropa terhadap keputusan Donald Trump, AS tetap memindahkan kedubesnya ke Yerusalem. Bahkan, pada tanggal 14 Mei kemarin banyak duta besar yang menghadiri upacara pembukaan kedubes AS yang baru di Yerusalem.

Berbeda dengan sikap yang ditunjukkan Uni Eropa, dalam acara tersebut Perdana Menteri Israel Benjamim Netanyahu justru memuji keputusan Trump yang dinilainya telah membuat sejarah baru.

Dalam pidatonya di depan duta besar 32 negara, Netanyahu juga meminta seluruh negara berbondong-bondong memindahkan kedubesnya ke Yerusalem.

Alasannya, keputusan ini merupakan langkah yang tepat demi tercapainya perdamaian.

“Dalam kesepakatan perdamaian apapun dengan rakyat Palestina, Yerusalem akan tetap menjadi ibu kota Israel,” ujar Netanyahu.

“Kami sangat bersyukut atas keputusan tegas Donadl Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Terlebih lagi, beliau menyegerakan proses relokasi kedubesnya ke Yerusalem,” Netanyahu menambahkan.

 

Menurut sang Perdana Menteri Israel, keputusan Trump untuk memindahkan kedubes negaranya ke Yerusalem sekaligus mengkonfirmasi sebuah kebenaran.

Lebih lanjut, ketika disinggung masalah kebenaran ini, Netanyahu mengatakan Yerusalem telah menjadi ibu kota Israel sejak tiga ribu tahun yang lalu, Yerusalem telah menjadi ibu kota Israel selama 70 tahun terakhir dan selamanya Yerusalem akan menjadi ibu kota Israel.

Sementara itu, pada hari Minggu, Duta Besar AS untuk Israel David Friedman bersama dengan dua petugas kedubes lainnya menyambut kedatangan delegasi AS.

Nampak putri Presiden Donald Trump, Ivanka Trump dan juga menantu sang presiden Jared Kushner, Sekretaris Keuangan Steve Mnuchin dan Wakil Sekretaris Negara John Sullivan dalam rombongan delegasinya.

Perlu diketahui, sebelumnya keputusan AS yang kontorversial ini mendapat kecaman pihak Uni Eropa.

Kendati demikian, beberapa negara Eropa seperti Austria, Romania, Hungaria dan Republik Ceko tetap menerima undangan pihak AS untuk menghadiri upacara pembukaan kedubes AS di Yerusalem.

Hal ini semakin bertentangan dengan kebijakan resmi yang dikeluarkan Uni Eropa terkait status Yerusalem.

Sebagai informasi, pada bulan Desember tahun 2017 lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan keputusannya untuk memindahkan kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Jelas, tindakannya ini memunculkan gelombang kecaman dan protes massa yang datang dari seluruh dunia khususnya di Timur Tengah.

Berbagai negara yang mendukung proses solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina, seperti Uni Eropa dan Rusia telah mengecam keras tindakan ini.

Sumber: Sputnik

Tinggalkan komentar