Politik

Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem Memperparah Konflik Israel dan Palestina

Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem Memperparah Konflik Israel dan Palestina - newslyfe.com

Relokasi kedubes AS ke Yerusalem turut mengakhiri posisi Washington sebagai penengah konflik yang melanda Palestina dan Israel sekaligus dukungannya terhadap solusi dua negara yang ditawarkan.

Duta besar Palestina untuk Amerika Serikat Husam Zomlot pada hari Senin justru mengatakan bahwa tindakan ini semakin “menyuburkan” konflik keagamaan antar dua negara.

“Tindakan ini justru menyuburkan konflik keagamaan bukannya membawa perdamaian. Terlebih lagi, tindakan ini turut mengakhiri upaya AS dalam melancarkan proses solusi dua negara,” ujar Zomlot dalam sebuah pernyataan.

Sebagai informasi solusi dua negara bertujuan untuk mengakhiri penjajahan Israel yang telah merebut tanah rakyat Palestina termasuk wilayah Yerusalem Timur sejak tahun 1967.

Tak hanya itu, tindakan ini juga menghentikan peran Amerika Serikat sebagai pihak pendamai sekaligus menambah kerisauan rakyat Palestina, sang duta besar menekankan.

Kedubes AS di Israel akan segera resmi dibuka di Yerusalem usai berita relokasinya yang kontroversial dan telah menimbulkan kekacauan di berbagai negara.

Sebagai informasi, kota Yerusalem terus diperebutkan Israel dan Palestina. Kedua negara ini tak henti-hentinya mengklaim kota ini sebagai ibu kota negaranya.

Sementara itu, pembukaan kedubes AS di Yerusalem bertepatan dengan hari kemerdekaan Israel yang ke 70.

Perlu diketahui, Israel berhasil merebut wilayah Yerusalem Timur yang sebelumnya dikuasai oleh Yordania di tahun 1967 dalam Perang Enam Hari.

Kemudian, di tahun 1980, parlemen Israel menciptakan Hukum Yerusalem yang memproklamirkan kota ini sebagai ibu kota Israel yang tak terpisahkan.

Menanggapi hal ini, dunia internasional memilih untuk tak mengakui pencaplokan wilayah Yerusalem yang dilakukan Israel.

Mereka yakin, status kota Yerusalem juga harus disepakati oleh rakyat Palestina yang mengklaim wilayah timur kota ini sebagai ibu kota negaranya di masa mendatang.

Sumber: Sputnik

Tinggalkan komentar