Dunia Politik

Pada Akhir Mei, Paraguay Membuka Kedubes Negaranya Di Yerusalem

Pada Akhir Mei, Paraguay Membuka Kedubes Negaranya Di Yerusalem - newslyfe.com

Paraguay akhirnya mengikuti langkah Presiden AS Donald Trump yang lebih dulu memindahkan kedubes negaranya dari Tel Aviv ke Yerusalem, area yang disengketakan Palestina dan Israel.

“Presiden Paraguay Horacio Cartes berencana datang ke Israel pada akhir mei untuk membuka kedubes negaranya di Yerusalem,” ujar Emmanuel Nahshon, juru bicara Menteri Luar Negeri Israel.

Namun ternyata, informasi ini bertentangan dengan pengumuman yang dibuat pihak menteri luar negeri Paraguay, yang menyatakan keputusan semacam ini belum ditetapkan.

Pada bulan April, ditengah-tengah protes rakyat Palestina menentang keputusan Donald Trump, Presiden Paraguay Horacio Cartes mengumumkan kesiapannya memindahkan kedubes Paraguay dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pengumuman ini semakin menegaskan keputusan Paraguay, mengikuti langkah Presiden AS Donald Trump yang pada tanggal 6 Desember lalu mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Buntutnya, Departemen Negara AS meminta relokasi kedubes negaranya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Tak tinggal diam, rakyat Palestina dan berbagai pihak di seluruh dunia kemudian menggelar aksi protes massal menentang keputusan ini.

Sementara itu, seperti yang baru-baru ini dikatakan Menteri Luar Negeri Palestina Riyad Maliki kepada kantor berita Sputnik, Palestina berencana akan tetap melanjutkan upayanya untuk mengganggu seluruh rencana AS.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Palestina berniat akan tetap melanjutkan aksi protes damainya di wilayah Tepi Sungai Barat sampai hari di mana kedubes AS dipindahkan ke Yerusalem, tanggal 14 Mei.

Sebagai informasi, Israel merebut wilayah Yerusalem Timur yang sebelumnya dikuasai Yordania dalam perang enam hari tahun 1967.

Dan pada tahun 1980, parlemen Israel menetapkan Jerusalem Law yang memproklamirkan seluruh kota adalah bagian dari ibukota Israel yang tak terpisahkan.

Kendati demikian, komunitas internasional tak mengakui penggabungan tersebut dan yakin bahwa status Yerusalem harus disepakati rakyat Palestina, yang mengklaim wilayah timur kota ini sebagai ibukota negaranya di masa yang akan datang

Sumber: Sputnik

Tinggalkan komentar