Politik

KTT Donald Trump-Kim Jong Un Yang Membahas Denuklirisasi Diprediksi Gagal

KTT Donald Trump-Kim Jong Un Yang Membahas Denuklirisasi Diprediksi Gagal - newslyfe.com

Mantan wakil duta besar Korea Utara untuk Inggris baru-baru ini mengatakan bahwa Korea Utara tidak akan pernah menyerahkan senjata nuklirnya.

Pernyataan ini dilontarkannya beberapa minggu menjelang KTT antara Donald Trump dan Kim Jog Un yang akan diselenggarakan di Singapura.

Thae Yong Ho, mantan diplomat Korea Utara yang melarikan diri dari negaranya pada bulan Agustus tahun 2016, mengatakan pada wartawan di Seoul hari Senin lalu bahwa negosiasinya tak akan berakhir dengan pelucutan senjata secara sukarela.

Menurutnya, akhir dari negosiasi ini hanyalah pengurangan aktivitas nuklir Korea Utara.

Thae beranggapan, Kim cenderung menginginkan denuklirisasi secukupnya yang dapat diverifikasi dan tak dapat diubah lagi nantinya.

Bukan denuklirisasi menyeluruh, dapat diverifikasi dan sewaktu-waktu dapat diubah kembali atau bahkan CVID (tindakan yang dapat merusak sistem pertahanan negara).

“Diperlukan penyelidikan wajib dan akses untuk membongkar seluruh lokasi uji nuklir Korea Utara. Namun, seluruh tindakan ini dapat mengganggu bahkan menghancurkan sistem kekuasaan mutlak Korea Utara,” ujar Thae, seperti yang dilaporkan kantor berita Korea Selatan No Cut News.

“AS menginginkan CVID dari Korea Utara. Ini berarti mereka memerlukan akses untuk melaksanakan penyelidikan di seluruh lokasi nuklir Korea Utara. Hal ini dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap otonomi suatu negara,” ujar Thae dalam wawancara dengan Radio Free Asia, pekan lalu.

“Lagipula, ada banyak tempat sensitif yang tak bisa dibeberkan Korea Utara kepada pihak luar. Salah satu contohnya adalah kamp penjara politik,” tambahnya.

Menurut Thae jika Korea Utara menerima permintaan AS, pada akhirnya mereka akan menunjukkan boroknya sendiri pada dunia internasional.

Kejahatan berupa pelanggaran nilai kemanusiaan yang dilakukan negara akan terbongkar, dan selanjutnya Korea Utara tak lagi bisa menerapkan sistemnya yang sekarang.

Sementara itu, kantor media Korea Utara pada minggu lalu melaporkan bahwa Partai Pekerja Korea yang saat ini berkuasa telah memutuskan untuk membongkar lokasi uji coba nuklirnya yang terkenal, Punggye-ri, pada tanggal 23-25 Mei mendatang.

Sebelumnya dalam pertemuannya dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae In pada akhir April lalu, Kim Jong Un juga telah mengumumkan penonaktifan lokasi Punggye-ri.

Dalam pengumumannya tersebut, Kim menjelaskan bahwa uji coba senjata nuklir Korea Utara telah selesai sehingga lokasinya tak diperlukan lagi.

Sumber: Sputnik

Tinggalkan komentar