Dunia Politik

Iran Dan China Bahas Kerjasama Pengembangan Teknologi Nuklir

Iran Dan China Bahas Kerjasama Pengembangan Teknologi Nuklir - newslyfe.com

Otoritas Iran baru-baru ini telah mengumumkan kalau pihaknya akan mendapat bantuan dari China perihal isu pengembangan program nuklirnya.

Pengumuman ini muncul akibat Presiden Donald Trump yang hingga kini masih belum memutuskan untuk mengesahkan kembali kesepakatan nuklir Iran.

Seperti yang sudah sering diberitakan sebelumnya, Trump sejak lama ingin menarik AS dari kesepakatan tersebut, atau setidaknya menegosiasikan ulang isi kesepakatannya.

Anggota Parlemen Iran, Mojtaba Zonnobu, pada hari Minggu mengatakan “Beberapa negosiasi yang membahas kerjasama antara Iran dan China dalam membangun pembangkit listrik tenaga nuklir telah digelar.”

Zonnou yang merupakan ketua Komite Nuklir di Parlemen Iran lanjut menambahkan “Pihak China menyambut baik usulannya dan memutuskan kalau kerjasama ini akan dijalin di tingkat yang lebih tinggi.”

Menurut kabar yang dilansir kantor berita Fars, meskipun belum jelas reaktor nuklir seperti apa yang akan dibangun di Iran, namun proyek ini dinilai akan sangat membantu industri pembangunan kapal dan kapal selam Iran.

Pada bulan Januari lalu, Trump memberikan ultimatum yang harus dipenuhi Iran, jika Iran masih menginginkan AS tetap berada dalam kesepakatannya.

Sekedar informasi, kesepakatan nuklir Iran ini dibuat tahun 2015 di era presiden AS sebelumnya, Barack Obama, yang juga melibatkan beberapa pemimpin dunia lainnya.

Trump meminta terus ditingkatkannya pengawasan di seluruh wilayah Iran, seperti yang diminta pengawas internasional. Upaya ini berguna untuk memastikan bahwa memang benar Iran tak lagi mengembangkan teknologi senjata nuklirnya.

Tak hanya itu, Trump juga meminta penghapusan regulasi sunset clause yang mengizinkan ketetapan kesepakatan diakhiri setelah beberapa tahun.

Kesepakatan Nuklir Iran ini harus disahkan kembali oleh presiden AS setiap tiga bulan sekali.

Pada bulan Januari, Trump mengatakan pengesahan selanjutnya akan menjadi pengesahan yang terakhir dengan bentuk ketetapan yang ada saat ini.

Menurut para diplomat Eropa, permintaan Trump ini hampir ‘membunuh’ kesepakatannya.

Di pemerintahan tingkat tinggi, nampaknya Trump berhasil mengendalikan isu rudal Iran, meskipun seperti yang diketahui, tingkat pergantian di cabang pemerintahan eksekutifnya terbilang luar biasa.

Sementara itu, dalam sesi pengarahan harian Gedung Putih, Mike Flynn yang secara singkat pernah menjabat sebagai penasehat kemanan nasional, terlihat hadir dan mengumumkan kalau isu Iran saat ini menjadi perhatian utama Washington.

Penasehat keamanan nasional AS saat ini, John Bolton, pada bulan Maret tahun 2015 pernah mengungkapkan pendapatnya, mengatakan “Satu-satunya upaya yang bisa dilakukan untuk menghentikan bom Iran adalah melalui tindakan militer.”

Menurutnya, sesungguhnya AS perlu menghancurkan infrastruktur yang diduga menjadi tempat penyimpanan senjata nuklir Iran.

Namun kemudian Bolton melanjutkan “Mungkin AS tak perlu repot-repot melakukan hal tersebut, dikarenakan Israel sendiri mampu melakukan tindakan tersebut. Karenanya, tugas AS cukup memberikan dukungan kuat bagi pihak oposisi Iran agar negaranya bisa merubah rezim di Teheran.”

Sumber: Sputnik

Tinggalkan komentar