Kesehatan Sains & Teknologi

Para ilmuwan Rusia menemukan protein yang dapat membuat sel kanker menghancurkan dirinya sendiri

Para ilmuwan Rusia menemukan protein yang dapat membuat sel kanker menghancurkan dirinya sendiri - newslyfe.com

Protein yang tak biasa, ditemukan di sel-sel kulit manusia dan berbagai hewan berdarah panas lainnya, protein ini memiliki struktur molekul yang mirip dengan racun ular dan reptil lainnya.

Ahli biologi molekul dari Moscow State University dan Russian Academy of Sciences telah menemukan beberapa protein yang dapat menekan pertumbuhan tumor kanker.

Genom manusia dan berbagai organisme multiseluler lainnya terdiri dari beberapa kumpulan gen dengan ‘berbagai instruksi khusus’, memerintahkan sel-sel itu sendiri untuk menghancurkan diri dalam beberapa kondisi tertentu. Biasanya, reaksi-reaksi ini dipicu bukan sebagai hasil dari proses seluler internal, namun melalui kontak membran sel dengan molekul pengirim sinyal tertentu. Hal ini memungkinkan sistem kekebalan tubuh untuk membunuh berbagai sel ‘pemberontak’ yang dapat menyebabkan tumor kanker, dan membersihkan segala organisme lemah serta sel-sel tua.

Dr. Mikhail Shulepko dari Russian Academy of Science’ Institute of Biochemistry, penulis studi baru mengenai persoalan tersebut, menjelaskan bahwa beberapa protein khusus yang terdapat di sel-sel kulit mamalia telah ditemukan yang ternyata memiliki struktur serupa dengan racun yang ada pada ular dan reptile lainnya. Kendati demikian, tak seperti racun ‘saudaranya’, yang bertugas untuk memblokir transmisi impuls saraf, protein yang ada dalam kulit mamalia ini, yang disebut SLURPs, bertindak bukan pada sistem saraf, namun pada seluruh sel pada umumnya dan mempercepat atau memperlambat pertumbuhan sel-sel tersebut.

Penemuan para iluwan ini mendorong mereka untuk mempertimbangkan apakah protein semacam ini dapat digunakan untuk memerangi sel kanker sebagai semacam ‘sinyal pencegah’ penyebaran sel-sel kanker. Mereka menguji coba gagasan ini dengan menumbuhkan sel kanker pada kulit, payudara, paru-paru dan rektum di laboratorium dan merawat seluruh sel tersebut dengan pemberian protein SLURP-1 dan SLURP-2 dalam jumlah besar.

Penemuan ini, yang diterbitkan di British Journal of Pharmacology, menunjukkan bahwa kedua protein tersebut secara signifikan memperlambat pertumbuhan hampir seluruh tipe kanker, menghalangi kerja reseptor khusus di area permukaan sel yang menyebabkan sel-sel membelah. Para ahli biologi menemukan bahwa sehari setelah perawatan semacam itu, jumlah sel kanker berkurang hingga 40-70% dibandingkan dengan sampel kontrol tumor.

Selanjutnya, suntikan sejumlah besar protein SLURP-1 dan SLURP-2 ke dalam sarana nutrisi seluler membuat seluruh sel kanker memproduksi lebih banyak molekul serupa semacam ini, yang menyebabkan reaksi berantai dan mengakibatkan sel-sel kanker menghancurkan diri mereka sendiri.

“Kami akan terus mempelajari bagaimana sel protein SLURP bekerja pada berbagai model kanker lainnya, meliputi kultur sel tumor primer, serta tumor manusia yang ditanamkan pada tubuh hewan laboratorium. Jika efeknya sama dan tetap, hal ini memungkinkan adanya pertimbangan terkait studi klinis untuk protein yang kami temukan,” ujar Dr. Shulepko.

Menurut para ahli biologi tersebut, lebih banyak penelitian masih diperlukan untuk menentukan bagaimana sesungguhnya cara kerja protein-protein ini hingga bisa menyebabkan sel kanker mengahancurkan dirinya sendiri dan peran apa yang mereka mainkan dalam kinerja tubuh.

sumber: Sputnik

Tinggalkan komentar