Eropa Sains & Teknologi

RUU Baru Rusia Akan Blokir Penyebar Hoaks di Dunia Maya

RUU Baru Rusia Akan Blokir Penyebar Hoaks di Dunia Maya - newslyfe.com

Anggota parlemen Rusia telah mempersiapkan sebuah RUU guna memblokir pengguna internet maupun jejaring sosial yang menolak menghapus berita palsu yang disebarkan.

Peraturan tersebut juga akan membuat masing-masing individu bertanggung jawab atas bahan ataupun berita yang mereka sebarkan.

RUU tersebut dibuat oleh para anggota parlemen dari Partai United Russia.

Seanjutnya, RUU ini akan diterbitkan di situs pemerintahan untuk didiskusikan, di berbagai jaringan sosial agar pengguna paham akan kewajibannya dan situs komunikasi yang mampu menarik lebih dari 100.000 pengguna per hari.

RUU ini dapat menghapus data atau bahkan mencegah publik agar tidak bisa mengakses data yang mengandung konten “propaganda perang secara terbuka, penghasutan etnis, isu agama atau informasi apapun yang dilarang untuk didistribusikan secara hukum.

Perintah untuk menghapus ataupun memblok informasi sesat bisa berasal dari pengadilan ataupun badan negara yang berwenang, seperti lembaga pemantau internet Roskomnadzor, Kantor Jaksa Penuntut Umum atau Dinas Pajak Federal.

RUU edisi sebelumnya tidak mengenakan denda bagi organisasi yang menolak menghapus informasi terlarang seperti yang disebutkan di atas.

RUU itu juga meminta seluruh pemilik jejaring sosial asing untuk mendaftarkan seluruh kantor cabang atau perwakilannya yang ada di Rusia.

Selain itu pemilik jejaring sosial asing juga perlu memasang user counter khusus yang disediakan oleh Roskomnadzor, serta tak lupa mengidentifikasi seluruh penggunanya dengan melakukan registrasi nomor telepon.

Salah satu pendukung kunci RUU tersebut, Anggota Parlemen Sergey Boyarsky, mengatakan pada rekannya bahwa tindakan lebih tegas yang menargetkan berita-berita palsu akan disertakan dalam dokumen RUU nya.

Tindakan ini dipicu oleh tragedi yang baru-baru ini terjadi di kota Kemerovo, Siberia dan berbagai reaksi yang muncul di dunia maya menanggapi tragedi ini.

Salah satu reaksi yang mendapat sorotan paling banyak terkait jumlah korban jatuh yang diklaim jauh lebih banyak dibanding angka sesungguhnya.

Boyarsky juga menyampaikan bahwa perwakilan dari industri internet mengusulkan perubahan paragraf dalam RUU, di mana penyebaran berita ataupun informasi palsu merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna.

Boyarsky menanggapi usulan tersebut dengan mengatakan bahwa komitenya sedang berencana mendiskusikan usulan itu untuk bisa dimasukkan ke dalam RUU nya.

Selain itu, Kepala Partai Demokrat Liberal Rusia, Vladimir Zhirinovsky, yang dikenal dengan usulannya yang provokatif, mengatakan RUU baru tersebut harus mengizinkan pihak berwenang menahan beberapa informasi yang dianggap penting saat terjadinya bencana atau krisis.

Zhirinovsky juga menambahkan “Lima atau enam topik harus benar-benar dilarang disebarkan, seperti isu yang bersinggungan dengan etnis, agama, perang dan perdamaian, terorisme, narkoba serta ajakan bunuh diri.”

Dirinya beralasan isu tersebut sejauh ini belum tercantum dalam RUU nya.

Jika disetujui, perubahan baru dalam UU ini akan ditetapkan pada tanggal 1 Juli, 2018.

Sumber: RT

Tinggalkan komentar