Ekonomi

Perang Dagang Antara AS Dan China Batal, Keduanya Siap Bernegoisasi

Perang Dagang Antara AS Dan China Batal, Keduanya Siap Bernegoisasi - newslyfe.com

Perang Dagang antara AS dan China dibatalkan usai kedua negara sepakat akan menghentikan pemberlakuan tarif impor baru. Buntutnya, berbagai negosiasi menyangkut kesepakatan dagang kedua belah pihak akan segera dilakukan.

“Saat ini kami menghentikan perang dagangnya. Kami telah sepakat untuk menangguhkannya sementara kami akan bernegosiasi membicarakan masalah ini,” Sekretaris Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan pada acara ‘Fox News Sunday.’

Seperti yang sering diberitakan, China dan AS sama-sama mengancam akan menaikkan tarif impor negara hingga miliaran dolar.

Tentu saja, tindakan semacam ini sangat beresiko menciptakan perang dagang antar kedua negara.

Pada hari Sabtu, China sepakat mengambil langkah untuk meningkatkan impor barang dari AS guna mengurangi defisit dagangnya.

Sedangkan di sesi pembicaraan sebelumnya, AS telah meminta China untuk mengurangi surplus dagangnya senilai $200 miliar.

Saat ini, kedua belah pihak belum membeberkan rincian info mengenai negosiasi tahap selanjutnya.

Sementara itu dalam sebuah pernyataan gabungan, kedua belah pihak sepakat meningkatkan ekspor sektor pertanian dan energi AS untuk membantu menutup defisit dagang tahunan AS terhadap China yang mencapai nilai $335.

Menyinggung masalah ini, Larry Kudlow selaku penasehat ekonomi terkemuka kepercayaan Mnuchin dan Trump, turut angkat suara.

Dirinya mengatakan hasil pembicaraan antara China dan AS pada hari Sabtu lalu salah satunya adalah menetapkan kerangka kerja untuk mengatasi ketidakseimbangan sektor perdagangan kedua negara di masa mendatang.

Dalam acara ‘Face the Nation’ yang disiarkan saluran TV CBS, Kudlow juga mengatakan saat ini masih terlalu cepat untuk mengonfirmasi angka $200 miliar yang ramai diberitakan.

“Rincian lainnya akan segera diberitahukan. Semua informasi yang beredar saat ini masih simpang siur,” ujarnya.

 

 

Berbeda dengan Kudlow, Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS justru mengatakan tak ada kesepakatan dagang yang telah dicapai sejauh ini, namun komunikasi antar kedua belah pihak akan tetap dibuka.

“Kami ingin China membuka pasar, menurunkan tarif, menurunkan batasan non-tarif dan memberikan kami kesempatan. Sekarang kami bisa mendapatkan semua yang kami mau? Entahlah, jika memang benar maka kami telah membuat kemajuan yang luar biasa,” ujarnya.

Sumber: RT

Tinggalkan komentar