Ekonomi

Korea Utara Ingin Ada Makanan Cepat Saji Mcdonald’s Di Pyongyang

Korea Utara Ingin Ada Makanan Cepat Saji Mcdonald’s Di Pyongyang - newslyfe.com

Usai KTT bersejarah yang melibatkan pertemuan antara pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan, Seoul baru-baru ini mengklaim bahwa Korea Utara menginginkan suntikan investasi dari Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan yang dilansir kantor berita Daily Express, mengiringi keberhasilan KTT antar dua negara Korea yang digelar di desa Panmunjom, pejabat Korea Selatan menungkapkan kalau Korea Utara saat ini membuka pintu lebar investasi asing di negaranya.

Tak ketinggalan pernyataan Ching In-moon, penasehat khusus presiden Korea Selatan, juga cukup mengejutkan.

Ching In-moon mengatakan hubungan antara Korea Utara dan negara Barat yang kian membaik memungkinkan dibukanya gerai makanan cepat saji McDonald’s di Pyongyang.

Bahkan, tak menutup kemungkinan jika di masa yang akan datang Trump Tower akan hadir di Korea Utara.

“Mereka menginginkan investasi Amerika di Korea Utara. Tak hanya itu, mereka juga menyambut baik sponsor asal Amerika atau proyek gabungan asing yang ingin menanamkan investasinya di Korea Utara,” ujar Ching In-moon.

Sementara itu, kantor berita CNN melaporkan Kim Jong Un telah sepakat menggelar pertemuan bersejarah dengan Presiden AS Donald Trump.

Santer diberitakan, KTT bersejarah ini akan digelar di zona demiliterisasi yang memisahkan Korea Utara dan Korea Selatan. Bisa jadi di lokasi yang sama di mana Kim Jong Un dan Moon Jae In telah bertemu pada akhir bulan April.

Sebelum, berita penentuan lokasi KTT antara Donald Trump dan Kim Jong Un merebak, pada tanggal 27 April kemarin KTT bersejarah lainnya telah lebih dulu digelar antara pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan.

KTT tersebut menghasilkan tiga rumusan penting, yakni penandatangan deklarasi gabungan antar kedua belah pihak, kesepakatan mendukung upaya internasional dalam melaksanakan proses denuklirisasi di Semenanjung Korea dan terakhir dilanjutkannya program penyatuan sanak keluarga masyarakat Korea yang terpisah.

Selain itu, di hari yang sama secara terpisah Donald Trump mengatakan pertemuannya dengan Kim Jong UN akan diadakan dalam beberapa minggu ke depan.

Sebelumnya, pada tanggal 20 April Kim mengatakan negaranya akan menghentikan uji coba nuklir dan rudal balistik serta menutup lokasi uji cobanya.

Menanggapi hal ini, Donald Trump menyambut baik gagasan sang pemimpin Korea Utara, menyebutnya sebagai “kemajuan besar”.

Sumber: Sputnik

Tinggalkan komentar