Ekonomi

Di Beberapa Negara Pembayaran Dengan Uang Tunai Akan Segera Dihapuskan

Di Beberapa Negara Pembayaran Dengan Uang Tunai Akan Segera Dihapuskan - newslyfe.com

Menurut otoritas setempat, warga skandinavia yang saat ini masih menggunakan uang tunai jumlahnya kurang dari 10 persen. Bahkan, menurut perkiraan dalam satu dekade kedepan seluruh warga skandinavia tak lagi gunakan uang tunai.

Jon Nicolaisen, deputi gubernur bank sentral Norwegia, mengatakan mayoritas masyarakat Norwegia saat ini tak lagi menggunakan uang tunai.

Saat menghadiri konferensi di London’s Guildhall bersama dengan kepala kasir Bank of England, keduanya membahas masa depan uang tunai. Nicolaisen menyarankan jika metode pembayaran saat ini sebaiknya tak lagi menggunakan uang tunai.

“Menurut laporan terakhir yang kami terima hanya ada 3 persen dari jumlah keseluruhan warga Norwegia yang masih menggunakan uang tunai dalam bertransaksi, seperti saat membeli kopi,” ujarnya.

Nicolaisen berpendapat bahwa kebijakan yang dibuat pihak bank Norwegia tak ikut andil dalam munculnya fenomena ini. “Kami tak berencana menghentikan penggunaan uang tunai, masyarakatlah yang lebih memilih metode pembayaran lainnya,” dirinya menjelaskan.

Fenomena berkurangnya penggunaan uang tunai kian meningkat di seluruh penjuru dunia, khususnya di wilayah skandinavia. Lebih banyak orang yang beralih ke metode pembayaran lainnya dibanding menggunakan uang tunai.

Sebagai informasi, Swedia saat ini menjadi negara dengan tingkat penggunaan uang tunai paling minim di dunia. Kurang dari 1 persen kegiatan transaksi di negara ini menggunakan uang kertas atau koin.

Bahkan karena alasan keamanan, negara ini melarang warganya membayar tarif bis menggunakan uang tunai.

Bank pusat Swedia melontarkan pernyataan yang mengejutkan “Tak lama lagi metode pembayaran menggunakan uang tunai akan dihapuskan di Swedia.”

Namun, ternyata tidak semua warga skandinavia menyukai sistem pembayaran semacam ini.

Di Swedia sendiri ada sebuah gerakan bernama Kontantupproret (Pemberontakan uang tunai) yang menuntut masyarakat harus memutuskan bentuk uang seperti apa yang mau digunakan.

Sumber: RT

Tinggalkan komentar