Dunia Ekonomi

Austria Berencana Menjembatani Pasar Uni Eropa Dan China

Austria Berencana Menjembatani Pasar Uni Eropa Dan China - newslyfe.com

Menteri Industri Digital dan Hubungan Ekonomi Austria, Margarete Schramboeck, mengatakan negaranya ingin menjembatani pasar Uni Eropa dan China.

Sang menteri mengatakan jika Austria saat ini sedang berencana meluaskan hubungan ekonomi negaranya dengan Asia.

Oleh karena itu, berbagai langkah diambil untuk merealisasikan rencana ini seperti meningkatkan kunjungan bisnis ke Asia serta menarik lebih banyak investor, di bidang e-commerce sampai mobil listrik.

Dalam sebuah wawancara dengan Global Times pada awal bulan ini, Schramboeck mengatakan “Kami ingin melipatgandakan jumlah investasi China di Austria. Kalau perlu ditingkatkan hingga tiga kali lipat.”

“Penanaman modal China di Austria saat ini masih pada tahap awal. Banyak yang perlu ditingkatkan,” tambahnya.

Menurut menteri berusia 47 tahun tersebut, meskipun Austria sangat memahami kondisi pasar Eropa Timur, namun tetap saja China dapat menjadi pintu pembuka untuk masuk ke dalam pasar Asia lainnya.

Menyinggung isu perang dagang antara AS dan China, sang menteri mengecam tindakan keras AS terhadap produk impor China. Selanjutnya, menyerukan penerapan peraturan pajak dan perlindungan data guna mendukung berbagai industri digital baru yang ada di Eropa.

Selain itu sang menteri juga ingin membuka pasar untuk negara-negara lainnya di luar 28 negara blok Uni Eropa.

Schramboeck beranggapan seluruh upaya yang dilakukannya adalah bukti kesiapan Austria dalam melawan tren perdagangan proteksionis.

Sementara itu dalam sebuah wawancara berbeda dengan Bloomberg, Shramboeck membeberkan tanggapannya mengenai perang dagang yang kerap diperbincangkan akhir-akhir ini.

“Faktanya tak pernah ada negara yang memenangkan perang dagang, walaupun salah satu pihak merasa negaranya bisa memenangkan perang tersebut,” ungkap Shramboeck.

Pada bulan ini, sang pejabat tinggi pemerintah Austria turut berpartisipasi dalam acara delegasi perdagangan, dimana berbagai perusahaan China dan Austria berhasil menandatangain 30 kesepakatan bisnis senilai $1,9 miliar di berbagai bidang.

Sumber: Sputnik

Tinggalkan komentar