Dunia

Warga Rusia Yang Membela ISIS Dan Terorisme Akan Dipenjarakan

Warga Rusia Yang Membela ISIS Dan Terorisme Akan Dipenjarakan - newslyfe.com

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Oleh Syromolotov mengatakan ada kejutan yang menanti lebih dari 4.000 warga negara Rusia yang saat ini sedang bertarung bersama ISIS di Suriah. Negara siap mempidanakan mereka jika kembali ke Rusia.

“Saat ini seluruh badan penegak hukum Rusia memiliki daftar nama warga negara yang terlibat dalam aksi terorisme bersama ISIS di Suriah,” ujar sang diplomat pada acara konferensi anti-terorisme.

Dia juga mengatakan bahwa banyak terjadi kasus kriminal yang melibatkan 3.000 warga Rusia yang diduga terlibat dalam aksi terorisme ISIS.

Bahkan negara telah berhasil mencatat sekitar 3.700 nama yang terlibat aksi teror dalam DPO.

“Meski banyak teroris yang mengaku berasal dari Rusia, nyatanya sedikit dari mereka yang kembali ke Rusia karena takut akan dijatuhi hukuman. Mereka lebih sering memilih untuk menetap di beberapa wilayah Eropa, di mana mereka dapat bersembunyi,” kata Syromolotov.

Sang diplomat Rusia juga menekankan bahwa pasukan khusus ISIS yang terdiri dari para wanita sama berbahayanya dengan pasukan pria kelompok teror tersebut.

Yang lebih mencengangkan, faktanya wanita justru lebih radikal dibanding pasukan pria dalam melancarkan aksi teror.

“Syarat bergabung dengan kelompok teroris hanya satu, kesetiaan. Sehingga tidak menutup kemungkinan bagi para istri teroris untuk ikut bergabung. Saya rasa para istri teroris juga harus dijatuhi hukuman oleh negara,” ujar Syromolotov.

Sang diplomat Rusia juga memperingatkan agar negara tetap waspada akan kemunculan kelompok teroris baru di berbagai wilayah, seperti di negara-negara OSCE.

Jangan sampai negara lengah dan terlena dengan kemenangan yang telah diraih atas ISIS di Suriah.

Tak hanya itu, menurut Syromolotov “kebebasan berekspresi” yang dianut negara-negara Barat juga membantu para teroris dalam melancarkan aksinya.

“Berbagai teknologi informasi dan komunikasi serta internet menjadi alat penunjang utama dalam merekrut anggota teroris baru. Oleh karena itu kami mulai mengkampanyekan konsep perlindungan diri dari bujuk rayu terorisme di media massa dan kalangan pejabat,” Syromolotov mengatakan pada rekan-rekannya dari negara OSCE.

Proyek lainnya yang diusulkan Rusia dalam menangani aksi terorisme adalah pengumpulan data internasional gabungan yang memuat segala informasi mengenai pihak yang diduga terlbat dengan kelompok teroris dan aksinya.

Sumber: RT

 

Tinggalkan komentar