Dunia

Serial Bom Bunuh Diri Di Surabaya Menjadi Sorotan Media Internasional

Serial Bom Bunuh Diri Di Surabaya Menjadi Sorotan Media Internasional - newslyfe.com

Rangkaian aksi teror yang melanda kota Surabaya tak hanya menjadi headline di dalam negeri, namun juga menjadi sorotan media internasional. Usai digemparkan dengan serangan bom bunuh diri hari Minggu pagi kemarin, ledakan bom bunuh diri lainnya kembali terjadi di Polrestabes Surabaya pada Senin pagi pukul 8:50.

Mengutip pernyataan juru bicara kepolisian Jawa Timur Frans Barung Mangera yang dilansir kantor berita Sputnik, serangan ini dilakukan oleh pengendara motor yang diduga membawa bom.

Sementara itu, surat kabar Jakarta Globe melaporkan, para pelaku sempat diperiksa di pos pemeriksaan Polrestabes Surabaya, sebelum akhirnya meledakkan bom yang dibawanya.

Sedangkan dari rekaman CCTV yang terpasang di lokasi kejadian, nampak para pelaku bom bunuh diri tiba di Polrestabes menggunakan sepeda motor.

Berdasarkan berita yang dilansir kantor berita Sputnik, pihak kepolisian setempat masih belum tahu persis situasi dan kondisi yang terjadi di sana.

“Terjadi ledakan di Polrestabes Surabaya di mana salah satu korbannya merupakan anggota kami,” ujar Frans Mangera juru bicara kepolisian Jawa Timur.

 

Lebih lanjut dari laporan berita kantor berita RT, Frans Mangera mengaku sejauh ini jumlah korban meninggal ataupun luka-luka akibat serangan bom bunuh diri di Polrestabes masih belum diketahui.

Sebelumnya, pada Minggu pagi tanggal 13 Mei tiga gereja di Surabaya menjadi sasaran rangkaian serangan bom bunuh diri.

 

Tiga gereja tersebut adalah Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indonesia dan Gereja Pantekosta.

Perlu diketahui, rangkaian serangan bom bunuh diri yang terjadi di tiga gereja kota Surabaya ini hanya berselang 10 menit, kantor berita RT melaporkan.

Menurut laporan kantor berita RT, serangkaian serangan bom bunuh diri di tiga gereja ini dilakukan oleh pelaku yang berasal dari satu keluarga yang sama.

Ironisnya, dalam melancarkan aksinya, sepasang suami istri ini sengaja melibatkan keempat putra-putrinya.

Menurut data kepolisian setempat yang berhasil didapatkan kantor berita Sputnik sang ayah bertugas meledakkan bom yang dibawanya menggunakan mobil.

Sementara kedua putranya masing-masing berusia 18 dan 16 tahun menggunakan sepeda motor dalam aksi bunuh diri yang dilancarkannya.

Sedangkan sang istri turut serta memakaikan bom bunuh diri di pinggang kedua putrinya yang masih berusia 12 dan 9 tahun tersebut.

Perlu diketahui, seluruh pelaku bertugas melancarkan serangan di tiga gereja yang berbeda dengan selang waktu 10 menit.

Menurut kepolisian setempat, akibat seluruh rangkaian bom bunuh diri ini , 13 orang meninggal dunia dan 40 lainnya luka-luka.

Selain itu, kantor berita Reuters mengutip pernyataan Wawan Purwanto, direktur komunikasi Badan Intelijen Negara (BIN) seluruh rangkaian bom bunuh diri yang terjadi di tiga gereja kota Surabaya ini dilancarkan oleh kelompok teroris Jemaah Ansharut Daulau.

Menurut kabar yang beredar, kelompok teroris Jemaah Ansharut Daulau merupakan pengikut setia pimpinan ISIS Abu Bakr al-Baghadadi.

Terlebih lagi, Wawan Purwanto mengatakan bahwa serangan bom bunuh diri di tiga geraja ini masih ada hubungannya dengan kejadian amukan narapidana yang pecah di Mako Brimob Kelapa Dua beberapa hari yang lalu.

Akibatnya, 5 anggota polisi gugur usai disandera oleh para narapidana.

Seperti aksi terorisme yang sebelumnya terjadi, kali ini ISIS turut mengklaim bahwa pihaknya lah yang bertanggung jawab atas seluruh rangkaian serangan bom bunuh diri ini.

Sementara itu, pada hari Minggu kemarin dalam sebuah konferensi pers, Presiden Joko Widodo turut mengucapkan bela sungkawa terhadap para korban. Jokowi sendiri menyebut rangkaian serangan bom bunuh diri ini biadab karena turut melibatkan anak-anak sebagai pelakunya.

Tinggalkan komentar