Dunia

Seluruh Pasukan AS Yang Bertarung Di Afghanistan Adalah Mujahidin Sesungguhnya

Seluruh Pasukan AS Yang Bertarung Di Afghanistan Adalah Mujahidin Sesungguhnya - newslyfe.com

Seluruh pasukan AS yang bertarung di Afghanistan adalah mereka yang sesungguhnya berjihad. Setidaknya itulah yang diatakan jenderal tinggi Angkatan Laut AS. Dirinya mengklaim, dibanding kelompok Taliban pasukan Amerika lebih pantas disebut sebagai Mujahid sesungguhnya.

Pernyataan yang terdengar janggal tersebut datang dari Robert Neller, jenderal bintang empat sekaligus Komandan Badan Angkatan Laut AS pada saat konferensi pers hari Rabu.

Neller, yang saat ini berusia 65 tahun, nampaknya sedang ingin membangkitkan kembali istilah ini. Pada tahun 1980an, istilah ini memang familiar di antara rakyat AS karena dianggap memiliki makna yang positif.

Saat itu, para pasukan Amerika yang tengah bertarung di Afghanistan melawan Uni Soviet dengan bantuan CIA dianggap sebagai Mujahidin.

Jendereal Neller sendiri sangat tidak menyukai panggilan Mujahidin disematkan pada anggota kelompok militan islam, meliputi Taliban.

Perlu diketahui, Mujahidin dalam bahasa Arab bermakna seseorang yang terlibat dalam aksi jihad. Istilah ini memiliki makna yang sama baik dalam hal keagamaan ataupun di kalangan militan.

Di abad ke 19, kata Mujahid sering digunakan untuk menyebut mereka yang sering terlibat dalam perang gerilya, khususnya mereka yang melawan kelompok non Muslim seperti orang Inggris di Afghanistan.

Ketika disinggung mengenai istilah Mujahid yang sering digembar-gemborkan teroris, Neller mengatakan bahwa hal tersebut hanyalah omong kosong.

“Mereka itu kriminal dan murtad. Mereka hanya berlindung dibalik agama Islam. Mereka menjual narkoba. Mereka membunuh orang tak bersalah. Dan semua itu bukanlah ajaran agama Islam,” ujar Neller dengan nada tegas.

Dirinya menambahkan “Tentara Afghanistan dan Tentara Amerika, kamilah Mujahidin sesungguhnya!”

Pernyataan dari sang jenderal muncul sebagai jawaban atas peran Angkatan Laut AS di Afghanistan yang sering dipertanyakan.

Menurut Neller, peran Angkatan Laut AS lebih memfokuskan pada resolusi perdamaian dengan kelompok Taliban.

“Selama 40 tahun bertarung, apa tujuan Taliban? Mungkin selama ini mereka tak pernah berpikir bahwa ada hal lain yang bisa dilakukan dalam hidup mereka dibanding terus membunuh pemuda tak bersalah. Atau bahkan mengikuti pemimpin yang sesat,” Neller menjelaskan.

Menutup pernyataannya, Neller kembali menekankan bahwa Taliban bukanlah Mujahidin, yang harus dilakukan adalah meyakinkan mereka kembali ke jalan yang benar. Bahwa menjual narkoba untuk mendapatkan uang adalah hal yang salah.

Sumber: RT

Tinggalkan komentar