Dunia

Robert Menard: Islam Adalah Akar Krisis Sosial & Ekonomi Negara Saat Ini

Robert Menard: Islam Adalah Akar Krisis Sosial & Ekonomi Negara Saat Ini - newslyfe.com

Pemerintah Prancis baru-baru ini mengumumkan rencana pemberantasan masalah kemiskinan, pengangguran dan kejahatan yang kerap terjadi di berbagai pinggiran kota.

Namun, seorang walikota kontroversial justru mengatakan berbagai krisis sosial yang saat ini melanda adalah dampak dari peran Islam.

Dialah Robert Menard, walikota Béziers yang melontarkan pernyataan kontroversial tersebut pada hari Jumat. Menurutnya, pemerintah terus mencoba mengatasi kemiskinan tapi gagal mengidentifikasi akar permasalahannya.

Sebuah video yang menampilkan Menard dalam sebuah acara yang ditayangkan saluran TV LCI Prancis, turut beredar di dunia maya.

Dalam penampilannya, Menard mengatakan proyek pemerintah yang dirancang untuk merevitalisasi daerah miskin di wilayah pinggiran Prancis, hanya berfokus pada tampilan atau permukaannya saja tanpa benar-benar melakukan perubahan nyata.

Menard menambahkan bahkan di daerah miskin yang terletak dekat kotanya telah menerima bantuan sebesar 130 juta euro, sebagai bagian dari proyek tersebut. Namun, tetap saja situasinya tidak menjadi lebih baik hingga saat ini.

“Saat ini kotanya justru menjadi semakin kumuh dan bahkan terjadi sistem pemisahan ras di sana!” Menard bersikeras.

Ketika tamu lainnya mencoba mengklarifikasi dengan mengatakan “Kami telah menyelesaikan proyek real estate, sekarang tinggal melanjutkan proyek lainnya seperti layanan masyarakat dan lainnya,”

Menard langsung menimpali: “Tapi itu bukan sumber masalahnya! Islam lah sumber masalah di wilayah pinggiran tersebut.”

Lanjut, Menard melontarkan pertanyaan pada tamu tersebut “Anda tinggal di mana? Coba kunjungi berbagai wilayah pinggiran kota tersebut, maka Anda akan mengerti.”

Mantan Menteri Prancis, Jean-Lois Borloo, baru-baru ini merilis sebuah laporan berisi 19 program sosial dan ekonomi untuk membantu krisis sosial yang melanda berbagai wilayah miskin di Prancis yang banyak ditinggali kaum imigran.

Laporan itu diklaim sebagai jawaban atas kekhawatiran Presiden Prancis Emmanuel Macron terhadap krisis sosial dan ekonomi yang terus meningkat di negara tersebut.

Kendati demikian, Menard mengatakan dari 60 halaman dalam laporan tersebut, tak satu pun menyebutkan Islam.

Sebagai informasi, selama ini Menard kerap blak-blakan menyampaikan pendapatnya. Dirinya juga merupakan pihak yang terus menyuarakan kampanye anti imigran.

Sebagai contoh, pada bulan Oktober tahun 2016, sang walikota memasang berbagai poster disekitar kota pimpinannya. Poster tersebut bertuliskan peringatan agar negara tidak mengizinkan para imigran memasuki wilayah Béziers.

“Saya akan lakukan apapun agara para imigran ini tak memasuki wilayah saya,” ujar Menard dalam sebuah wawancara kala itu.

Sedangkan pada bulan April 2017, Menard dijatuhi denda sejumlah 2.000 euro atas ujaran kebenciannya terhadap umat Muslim.

Sang mayor mengeluh terlalu banyak bocah Muslim di berbagai sekolah di wilayahnya.

Sumber: RT

Tinggalkan komentar