Dunia

Rahasia Tiga Keluarga Teroris Pelaku Bom Bunuh Diri Di Surabaya Akhirnya Terungkap

Inilah Sosok Puji Kuswati, Teroris Bom Surabaya Dimata Para Tetangga - newslyfe.com

Wawan Purwanto, seorang juru bicara Badan Intelijen Negara (BIN) mengatakan, para teroris terinspirasi oleh serangan yang dilancarkan para teroris di Timur Tengah, dimana anak-anak dan wanita turut dilibatkan dalam serangannya.

Menurut Wawan Purwato para teroris yakin jika keluarganya dilibatkan dalam melancarkan serangan, mereka sekeluarga akan masuk surga bersama-sama.

Ansyad Mbai, mantan kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) juga mengatakan, melibatkan keluarga dalam melancarkan serangan teror juga membantu kerahasiaan rencana serangan.

Polisi mengatakan, para orang tua pelaku bom bunuh diri di Surabaya sering kali mendoktrin anak-anaknya. Selain itu, setiap Minggu malam para orang tua menyuruh anak-anaknya ikut dalam acara keagamaan yang dihadiri orang dewasa lainnya.

Saat ini, rumah Dita Supriyanto masih dipasang garis polisi setelah regu bom dan tim forensik kepolisian melakukan penggeledahan selama dua hari.

“Minggu pagi, sang ayah beserta dua orang putranya masih sempat sholat subuh berjamaah di masjid bareng para tetangga. Tetapi, selesai sholat mereka buru-buru pulang ke rumah. Nah, sekitar jam 7 pagi mereka terlihat keluar rumah. Saya ga tau mereka sekeluarga pergi ke mana, Ternyata mereka pergi ke tiga gereja itu,” salah seorang tetangga menceritakan.

Menyinggung serangan di Polrestabes Surabaya, ternyata ada tanda tak beres yang berhasil “terendus” sesaat sebelum pelaku melancarkan aksinya.

Menurut ketua RT setempat, sang ayah yang membawa serta keluarganya menggunakan sepeda motor, diketahui sempat mengunjungi para napi kasus teroris di penjara terdekat.

Kukuh Santoso, 47 tahun, mengatakan enam sampai delapan bulan lalu sang ayah, Tri Murtiono, pernah mengunjungi para narpi teroris di penjara Porong. Nah, setelah itu nampak polisi mengunjungi kediaman keluarga ini.

“Hanya itu saja, kami sama sekali tak tahu kalau bisa berakhir sampai seperti ini,” ujar Santoso.

Sumber: Reuters

Tinggalkan komentar