Dunia Kesehatan

‘Krisis kemanusiaan di Hollywood’: Masalah tunawisma kronis vs American Dream

‘Krisis kemanusiaan di Hollywood’: Masalah tunawisma kronis vs American Dream - newslyfe.com

Ribuan orang di salah satu kota terkaya Amerika tinggal di pinggiran jalan yang dipenuhi bakteria pemakan daging dan tuberkolosis. Sebuah laporan dari Redfish Media menyoroti krisis tunawisma kronis yang terjadi di Los Angeles.

Masalah tunawisma di Los Angeles telah meningkat menjadi 43 persen dalam waktu empat tahun. Skid Row, yang merupakan pusat tunawisma di Kota Bidadari ini, adalah rumah bagi sekitar 2.500 orang yang tinggal di jalanan area dengan ukuran 49 blok persegi ini. Pusat ini merupakan pemusatan masyarakat tunawisma terbesar di Amerika Serikat. Secara keseluruhan ada 60.000 orang yang tak memiliki tempat tinggal di wilayah LA.

Andy Bales, CEO dari misi Union Rescue, yang memberikan tempat singgah bagi 1.000 orang di malam-malam tertentu. Dia mengatakan pada Redfish Media mengenai kondisi mengerikan di area Skid Row, yang menurut surat pemberitahuan dari Downtown Los Angeles Neighbourhood Council, terdapat 80 toilet dengan standar kebersihan minim untuk sebuah kamp pengungsian jangka panjang. Area ini memiliki sembilan toilet permanen untuk 1.777 orang, yang berarti satu toilet untuk 197 para tunawisma, berbanding jauh dengan standar kamp pengungsian PBB di mana satu toilet diperuntukkan hanya untuk 20 orang.

Bales menguraikan betama berbahayanya kondisi yang minim standar dasar sanitasi ini. “Saya sesungguhnya pernah menderita penyakit yang diakibatkan dari tiga bakteri pemakan daging yakni E. coli, staph dan strep hanya karena berjalan-jalan di trotoar ketika kaki saya sedang terluka sambil mengenakan sepatu boot, usai dua tahun terjebak di kursi roda, akhirnya saya kehilangan kaki kanan bawah saya. Seperti itulah kira-kira kondisi kesehatan di area Skid Rpw karena kurangnya toilet. Kondisi ini merupakan sebuah krisis.” Bales menambahkan bahwa sebuah bakteri tuberkolosis tertentu yang tak ditemukan di belahan manapun di dunia, nyatanya tumbuh subur di area ini.

Kondisi kronis semacam ini yang terjadi di Los Angeles dan di berbagai kota lainnya di Amerika mendorong pemerintah untuk mengundang seorang ahli khusus PBB terhadap masalah kemiskinan ekstrim dan hak asasi manusia , Philip Alston, untuk melakukan inspeksi pada tahun lalu.

Di dalam laporannya, Alston mengatakan: “Amerika Serikat merupakan satu-satunya negara di antara berbagai negara maju yang bersikeras menekankan pentingnya hak asasi manusia, namun mereka tak melindungi hal-hak yang melindungi kasus kematian akibat kelaparan serta kurangnya akses kesehatan yang terjangkau.”

Alston juga menyimpulkan bahwa “American dream dengan cepat berubah menjadi American Illusion.”

sumber: RT

Tinggalkan komentar