Dunia

Israel Kembali Melancarkan Serangan Udara Di Jalur Gaza

Israel Kembali Melancarkan Serangan Udara Di Jalur Gaza - newslyfe.com

Pasukan Udara Israel kembali melancarkan serangkaian serangan udara terhadap fasilitas militer Hamas yang berada di wilayah utara Gaza. Mereka mengklaim serangan ini merupakan aksi balasan atas tindakan Hamas yang menghujani kota Sderot, Israel dengan peluru.

Militer Israel mengatakan empat bangunan dan infrastruktur Hamas yang terletak di komplek militer berhasil dihancurkan, selain itu ada tiga serangan lagi yang menargetkan gudang senjata hamas.

Israel mengklaim serangan ini merupakan aksi balasan atas tindakan kelompok Hamas yang telah membombardir kota Sderot di sebelah selatan Israel pada hari Rabu lalu.

“Hamas adalah satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa yang terjadi di Gaza. Selain itu, mereka turut bertanggung jawab atas seluruh aksi teror yang menargetkan warga sipil sekaligus membahayakan kedaulatan Israel,” ujar militer Israel.

“Pasukan Israel (IDF) siap menjalankan misinya untuk memastikan keamanan warga sipil Israel.”

Perlu diketahui, sebelumnya aksi serupa telah dilancarkan Israel pada hari Rabu usai pihaknya mengklaim ada kelompok yang menembakkan senapan mesinnya ke arah pasukan Israel.

Terlepas dari klaim yang dilontarkan pihak Israel, diyakini tak ada korban jatuh dari serangan tembak yang diduga dilancarkan kelompok Hamas dari arah Gaza.

Menurut laporan, meskipun tak ada korban jiwa dalam serangan yang dilancarkan Hamas setidaknya enam rumah di kota Sderot mengalami kerusakan.

Sebagai informasi ketegangan antara Israel-Palestina semakin meningkat usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan keputusannya, mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada bulan Desember lalu.

Buntut pengumuman ini, berbagai bentrokan mematikan terus terjadi dan puncaknya pada aksi demo rakyat Palestina yang disebut dengan ‘Great March of Return’ yang diadakan pada hari Senin lalu.

Hari itu juga sekaligus menandai pembukaan resmi kedubes AS di kota Yerusalem.

Setidaknya 60 warga Palestina meregang nyawa dalam aksi puncak Great March of Return. Kejadian ini digadang-gadang sebagao hari paling mematikan di sepanjang konflik Israel dan Palestina yang telah berlangsung sejak tahun 2014.

Tak hanya korban meninggal, lebih dari 2.700 rakyat Palestina kena luka tembak tentara Israel. Pemerintah Palestina sendiri menyebut tindakan tentara Israel sebagai “aksi pembantaian massal”.

Ketika disinggung masalah ini, pihak Israel lantas menyangkal tuduhan penggunaan pasukan yang berlebihan dalam menangani para pendemo di hari naas tersebut.

Israel terus bersikaras kalau tindakannya tersebut dilakukan semata-mata untuk melindungi wilayah perbatasannya.

Sumber: RT

Tinggalkan komentar