Dunia

Inilah Sosok Puji Kuswati, Teroris Bom Surabaya Dimata Para Tetangga

Inilah Sosok Puji Kuswati, Teroris Bom Surabaya Dimata Para Tetangga - newslyfe.com

SURABAYA (Kantor Berita Reuters). Puji Kuswati, ibu dari anak-anak Dita Supriyanto sekaligus salah satu pelaku bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya ternyata jauh dari gambaran sosok istri teroris.

Puji Kuswati justru dikenal senang bergaul dengan para tetangga. Dia suka ngobrol mengenai urusan sekolah anak-anak dan bahkan bertukar resep masak.

Tentu saja profilnya nampak seperti ibu-ibu kalangan menengah biasa yang jauh dari kesan teroris.

Namun siapa sangka, pada hari Minggu lalu Puji Kuswati beserta keluarga kecilnya berani melancarkan aksi teror yang setidaknya menyebabkan 18 orang meninggal dunia termasuk dia dan seluruh anggota keluarganya.

Lingkungan rumah yang ditempati Puji Kuswati beserta suami dan anak-anaknya pun relatif tenang dan bisa dibilang lingkungan keluarga berada.

Sebagian besar rumah di lingkungan tersebut memiliki mobil yang diparkir di luar. Sedangkan halaman depan rumah lebih sering dipakai anak-anak untuk bermain dan menaruh sepeda.

“Istri saya sering ngobrol sama ibu Puji mulai dari urusan sekolah anak-anak sampai tukeran resep masakan. Mereka juga sering bertemu di pasar,” ujar Werry Trikusuma salah satu tetangganya.

“Mereka sekeluarga cukup sering bergaul sama tetangga. Malahan mereka suka ikut nyumbang untuk keperluan lingkungan perumahan, seperti benerin jalan yang rusak. Pintu rumahnya juga sering dibuka, barang kali ada tamu yang berkunjung,” ujar tetangganya.

“Pokoknya mah masih ga nyangka kalau mereka bisa melakukan tindakan seperti ini,” tambah Werry Trikusuma.

Sehari setelah kejadian bom di gereja, aksi bom bunuh diri lainnya terjadi di Polrestabes Surabaya. Kali ini menelan korban meninggal sebanyak 6 orang, termasuk di antaranya empat pelaku bom bunuh diri.

Lagi-lagi, bom bunuh diri kali ini juga dilakukan oleh lima orang pelaku yang masih satu keluarga. Namun, keajaiban datang bagi seorang anak pelaku berusia delapan tahun yang berhasil selamat dari ledakan.

Selain itu, ledakan lainnya yang terjadi di sebuah apartemen kota Sidoarjo juga dilancarkan oleh tiga orang pelaku yang masih satu keluarga.

Berbeda dari dua ledakan sebelumnya, ledakan di sidoarjo diyakini hasil kecelakaan ketika bom yang sedang dirakit pelaku tiba-tiba meledak. Tiga anak pelaku berhasil selamat dari kejadian ini.

Tak berhenti sampai di sini, polisi kemudian berhasil menembak mati empat orang terduga teroris yang masih memiliki kaitan dengan tiga ledakan sebelumnya.

Sejauh ini, Polisi berasumsi seluruh serangan dilancarkan oleh kelompok teroris JAD yang merupakan kelompok regional pendukung ISIS.

Sumber: Reuters

Tinggalkan komentar