Dunia

Inilah Identitas Pelaku Serangan Teroris Di Mapolda Riau

Inilah identitas pelaku Serangan Teroris Di Mapolda Riau - newslyfe.com

(Kantor Berita CNN) Empat pelaku serangan bersenjata samurai menargetkan mapolda Riau menjadi sebagai lokasi dalam melancarkan aksi terornya pada Rabu pagi. Akibat serangan ini, satu polisi gugur.

Para pelaku yang mengendarai mobil, mebarakkan kendaraannya ke gerbang pintu masuk mapolda Riau di Pekanbaru.

Setelahnya, para pelaku mulai menyerang petugas kepolisian yang berada dekat lokasi kejadian, ujar juru bicara kepolisian Setyo Wasisto.

Wasisto menambahkan, para pelaku serangan diduga merupakan anggota kelompok teror Negara Islam Indonesia (NII) yang berafiliasi dengan ISIS.

“Supir mobil yang mengangkut para pelaku teror berusaha melarikan diri dari lokasi kejadian, sehingga menabrak dan membunuh seorang anggota kepolisian,” ujar Wasisto.

Selain itu, dua petugas kepolisian lainnya dan seorang jurnalis setempat ikut terluka dalam aksi serangan teror ini.

Lebih lanjut Wasisto mengatakan supirnya berhasil ditangkap dan saat ini ditahan di Polres Riau.

Bersama dengan penangkapan sang supir, petugas kepolisian juga mengamankan mobil yang digunakan pelaku dan segera menggeledah isi mobil untuk mencari kemungkinan adanya bahan peledak.

Serangan teror di Mapolda Riau sendiri merupakan serangan terbaru dari rangkaian serangan teror yang baru-baru ini menghantui Indonesia.

Sebelumnya pada hari Minggu, keluarga Dita Supriyanto yang memiliki ideologi radikal melancarkan tiga serangan bom bunuh diri di gereja kota Surabaya. Akibatnya 10 orang meninggal dunia dan lebih 40 orang lainnya luka-luka.

Setelahnya, sebuah ledakan yang terjadi di rusun Wonocolo, Sidoarjo mengakibatkan seorang ibu dan putrinya yang masih remaja meninggal dunia. Sedangkan sang ayah, yang kala itu sekarat sambil memegang bahan peledak, berhasil ditembak mati pihak kepolisian.

Serangan bom bunuh diri yang terjadi hari Minggu kemarin diikuti oleh serangan bom bunuh diri lainnya yang lagi-lagi melibatkan sebuah keluarga. Kali ini, Polrestabes Surabaya menjadi target lokasi serangan yang terjadi hari Senin pagi.

Empat anggota keluarga sekaligus pelaku serangan meninggal di tempat, sementara 10 orang lainnya terluka.

Ironisnya, ketiga serangan ini melibatkan seluruh anak kandung pelaku dan ternyata ketiga keluarga mengenal baik satu sama lain, ujar pihak kepolisian pada hari Selasa.

Kepala Polisi Nasional Indonesia, Tito Karnavian, pada hari Senin mengatakan pada wartawan bahwa saat ini para petugas kepolisian terus menyelidiki serangan teror ini dengan asumsi adanya keterlibatan komandan pusat ISIS.

Polisi menduga motifnya untuk membalas tindakan kepolisian yang telah menangkap dan memenjarakan mantan pemimpin Jamaah Ansharut Daulah, sebuah kelompok jihad Indonesia yang setia mendukung ISIS.

Sumber: RT

Tinggalkan komentar