Dunia

Inilah Fakta Tentang JAD, Dalang Dibalik Keluarga Pelaku Bom Bunuh Diri Surabaya

Inilah Fakta Tentang JAD, Dalang Dibalik Keluarga Pelaku Bom Bunuh Diri Surabaya - newslyfe.com

Kantor Berita CNN. Keluarga yang melancarkan serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya ternyata terhubung dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Menurut petugas kepolisian Jakarta, JAD  merupakan kelompok jihadi pendukung kelompok teroris ISIS.

Sementara itu seperti yang telah diberitakan sebelumnya, ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya. Mereka sendiri lebih suka menyebut serangan tersebut dengan julukan “serangan syahid”. Namun, sampai saat ini belum ada bukti yang mendukung klaim tersebut.

Tak berbeda dengan pihak kepolisian Jakarta, tahun lalu Departemen Negara AS juga menyebut JAD sebagai sebuah organisasi teroris.

Lebih lanjut mereka menjelaskan bahwa JAD merupakan kelompok teroris regional yang dibentuk pada tahun 2015.

Kelompok ini memiliki anggota yang terdiri dari puluhan kaum ekstrimis Indonesia yang berjanji setia pada pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi.

Di Indonesia sendiri, pemerintah telah bergerak cepat menangani kelompok ini. Pimpinan JAD, Aman Abdurrahman telah berhasil dibekuk atas dugaan keterlibatannya dalam beberapa aksi pemboman.

Salah satu serangan bom yang melibatkannya adalah serangan bom bunuh diri di Thamrin, Jakarta Pusat yang terjadi bulan Januari 2016. Akibat serangan ini empat orang tewas dan 25 orang terluka.

Rencananya, sesuai jadwal Aman akan menghadiri sidang pengadilannya pada minggu lalu.

Namun menurut laporan Jakarta Post, akibat tragedi kerusuhan narapidana pecah di penjara Mako Brimob tempat dimana dirinya ditahan, sidang ini terpaksa ditunda.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa dalam negosiasi sengit dengan pihak kepolisian, narapidana meminta dipertemukan dengan Aman. Sebuah permintaan yang kemudian dipenuhi pihak kepolisian.

Kerusuhan yang dimulai pada hari Selasa pekan lalu tersebut, akhirnya bisa dihentikan usai pasukan polisi berhasil mengendalikan seluruh area Mako Brimob pada hari Kamis.

Akibat kerusuhan yang berlangsung selama hampir 40 jam ini, lima anggota kepolisian gugur dan satu narapidana tewas.

Terhubung Dengan Jaringan Di Suriah

Serangan bom bunuh diri yang terjadi tahun 2016 silam di Jakarta, yang juga ikut diklaim oleh ISIS diperkirakan telah direncanakan dan didanai oleh seorang militan ISIS bernama Bahrun Naim.

Perlu diketahui, Bahrun Naim merupakan militan ISIS asal Indonesia yang menetap di Suriah.

Pada tanggal 2010, pemerintah Indonesia menangkapnya atas dakwaan kepemilikan amunisi ilegal dan segera Bahrun Naim dijatuhkan hukuman dua setengah tahun penjara.

Setelah urusan pidana yang menjeratnya, Bahrun Naim memutuskan untuk pergi ke Suriah di mana pada tahun lalu dirinya dirumorkan telah terbunuh.

Sebagai informasi, dalam beberapa tahun belakangan ini hampir 700 warga Indonesia telah pergi ke Suriah untuk bergabung dengan pasukan anti-pemerintah di sana. Menurut pemerintah Indonesia, kebanyakan di antara mereka mengklaim telah bergabung dengan ISIS.

Tak hanya itu, banyak militan Indonesia yang kerap muncul di dalam video propaganda ISIS.

Di Indonesia sendiri upaya pemerintah dalam memberantas kelompok teroris telah lama dilakukan. Khususnya, dalam memberantas kelompok teroris Jemaah Islamiyah yang mengklaim dalang dibalik 11 serangan yang terjadi dari tahun 2000 sampai 2010.

Dari seluruh aksinya, serangan paling ekstrem yang dilancarkan kelompok ini adalah bom bunuh diri Bali tahun 2002 silam yang mengakibatkan 200 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka.

Dalam serangan ini, kebanyakan korban adalah para wisatawan yang saat itu sedang berlibur.

Saat ini, kemampuan Jemaah Islamiyah terus terkikis oleh upaya kontra-terorisme yang gencar dilancarkan pemerintah sejak tahun 2009.

Di Indonesia sendiri berbagai upaya pemberantasan terorisme terus dilakukan. Salah satunya, dengan kehadiran kesatuan pasukan khusus Densus 88 yang dibentuk pemerintah.

Tak main-main, pasukan Densus 88 menerima dukungan dan pelatihan khusus dari AS dan Australia. Maka, tak aneh jika pasukan khusus ini kerap menerima pujian atas keberhasilannya menggagalkan sejumlah serangan teror.

Namun, baru-baru ini berita meresahkan kembali menghantui masyarakat.

Dalam catatan laporan mengenai ISIS, Dewan Keamanan PBB mengatakan bahwa kelompok teroris ini terus menderita kekalahan dan semakin terdesak di Irak dan Suriah.

Sehingga, kemungkinan ISIS akan meminta bantuan kelompok pendukung regionalnya untuk mengintensifkan serangan teroris di Asia Tenggara.

Menurut data laporan tersebut, disebut nama kelompok teroris JAD san Jamaah Ansarul Khilafah sebagai kelompok teroris kunci yang terhubung dengan ISIS.

Sumber: CNN International

Tinggalkan komentar