Dunia

HAMAS Menolak Bantuan Obat-Obatan Dari Israel Setelah Mereka Membabi-buta Membunuh Pendemo Palestina

HAMAS Menolak Bantuan Obat-Obatan Dari Israel Setelah Mereka Membabi-buta Membunuh Pendemo Palestina - newslyfe.com

Usai membunuh dan menyakiti pendemo Palestina dalam aksi protes di perbatasan Gaza, hari Rabu lalu Israel membagikan obat-obatan dan bantuan kemanusiaan gratis pada rakyat Palestina.

Akan tetapi, kelompok militan asal Palestina Hamas, langsung menolak seluruh bantuan yang diberikan melalui Kerem Shalom, sebuah pemukiman Israel yang berada di dekat perbatasan Jalur Gaza-Israel-Mesir.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengirimkan delapan truk bantuan medis untuk mengobati warga Palestina.

Banyak dari mereka yang terluka akibat tertembak dan terkena gas air mata pasukan Israel dalam bentrokan awal minggu ini.

Beberapa bantuan medis yang diberikan Israel di antaranya cairan infus, treadmill dan juga perban.

Menurut beberapa laporan, Hamas menerima empat bantuan yang diberikan oleh Otoritas Palestina dan dua truk yang dikirimkan UNICEF pada hari Rabu. Semua bantuan diterima kecuali bantuan yang diberikan Israel.

“Meskipun ketersediaan bantuan medis sangat terbatas dan situasinya genting, Hamas tetap menolak menerima bantuan kemanusuaan yang diberikan Israel, Mereka justru meminta pihak otoritas setempat untuk mengembalikannya pada Israel,” ujar seorang juru bicara IDF pada kantor berita i24NEWS.

Sebelumnya, aksi protes enam minggu yang dijuluki Great March of Return telah dimulai sejak tanggal 30 Maret.

Perihal jalannya aksi protes, Hamas mengaku rakyat Palestina menggelarnya dengan damai.

Tujuan aksi protes ini sendiri adalah menuntut hak rakyat Palestina untuk bisa kembali ke rumahnya yang telah dikuasai oleh Israel sejak tahun 1948.

Selain itu, rakyat Palestina juga memprotes aksi pembersihan etnis yang dilakukan Israel di wilayah bekas desa mereka.

Aksi protes ini diperparah dengan upacara peresmian kedubes AS di Yerusalem yang dilangsungkan pada tanggal 14 Mei. Buntutnya, bentrokan mematikan antara pendemo Palestina dan pasukan Israel tak terelakkan.

Lebih dari 60 pendemo Palestina terbunuh dan 2.400 lainnya menderita luka tembak dan terkena paparan gas air mata.

Menurut kantor PBB urusan kemanusiaan, terhitung sejak tanggal 30 Maret hingga kini, sebanyak 104 nyawa warga Palestina telah melayang dan lebih dari 12.600 lainnya terluka.

Jumlah tersebut jauh berbeda dibanding jumlah korban di pihak Israel,  di mana dalam periode waktu yang sama hanya ada satu tentara Israel yang terluka.

Perlu diketahui, puncak aksi protes warga Palestina digelar bertepatan dengan hari kemerdekaan Israel yang dirayakan tiap tanggal 15 Mei.

Rakyat Palestina sendiri memperingati tanggal 15 Mei sebagai “al-Nakba” yang berarti “bencana.”

Sementara itu menurut berita yang dilansir Jerusalem Post, IDF mengatakan setidaknya 24 warga Palestina yang terbunuh dalam aksi protes tersebut merupakan teroris pendukung setia kelompok Hamas.

Pasukan Israel mengklaim bahwa 24 pendemo dibunuh karena mencoba memasang bahan peledak di pagar pembatas saat aksi protes berlangsung.

Tak ayal, tindak kekerasan yang dilakukan pasukan Israel terhadap pendemo Palestina langsung mendapat kecaman dunia internasional.

Pada hari Selasa, terkait kekerasan yang dilakukan Israel, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memilih untuk menarik seluruh duta besarnya yang ditempatkan di Washington dan Tel Aviv.

Erdogan menyebut tindakan Israel lebih mirip dengan genosida dibanding upaya mempertahankan diri seperti yang selalu diklaim militer Israel.

Seperti Turki, langkah serupa juga diambil otoritas Afrika Selatan yang menarik seluruh duta besarnya dari Israel.

Sumber: Sputnik

Tinggalkan komentar