Dunia

Geram Dengan Israel, Erdogan Menarik Seluruh Duta Besar Turki Yang Ada Di Tel Aviv

Geram Dengan Israel, Erdogan Menarik Seluruh Duta Besar Turki Yang Ada Di Tel Aviv - newslyfe.com

Pada hari Rabu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan jika tindakan Israel tidak dicegah, dunia akan bertabur kekacauan.

PBB bahkan tak berkutik menanggapi kerusuhan yang terjadi di Gaza, ujar sang presiden Turki. Dirinya kemudian menambahkan, bahwa Turki akan mendorong seluruh negara anggota DK PBB menjadi lebih aktif lagi.

Pada hari Selasa, menanggapi kekerasan yang dilakukan Israel di Gaza, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah memutuskan untuk menarik seluruh duta besar negaranya yang ada di Tel Aviv dan Washington.

Seperti yang santer diberitakan, puluhan pendemo Palestina terbunuh pada hari Senin naas saat menggelar aksi protesnya di jalur Gaza.

Seluruh rakyat Palestina bersatu menentang dibukanya kedubes AS yang baru di Yerusalem.

Tak cukup dengan menarik duta besar negaranya, Erdogan turut serta menyebut Israel sebagai negara teroris.

Selain itu, Erdogan berpendapat bahwa apa yang telah dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina adalah bentuk tindakan genosida.

Begitu geramnya Erdogan dengan kekerasan yang dilakukan Israel, dirinya juga mengusir duta besar Israel dari negaranya.

Menanggapi tindakan Erdogan, Menteri Luar Negeri Turki juga meminta duta besar Turki yang berada di Yerusalem meninggalkan negara umat Yahudi tersebut.

Tepatnya hari Rabu lalu, Menteri Luar Negeri Turki meminta seluruh duta besar Israel meninggalkan Istanbul untuk sementara.

Sementara itu, sudah menjadi rahasia umum kalau Israel telah terlibat konflik dengan Palestina selama berpuluh-puluh tahun.

Dalam jangka waktu selama itu pula, rakyat Palestina terus berupaya mencari pengakuan diplomatik atas negaranya yang terbentang dari wilayah Tepi Sungai Barat meliputi Yerusalem Timur. Sedangkan saat ini, Israel lah yang berkuasa atas wilayah Yerusalem dan Jalur Gaza.

Tak berhenti sampai di situ, baik Israel ataupun Palestina sama-sama mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota negaranya.

Baru-baru ini, konflik di antara kedua negara semakin memanas usai Presiden AS Donald Trump pada bulan Desember lalu mengumumkan keputusan kontroversialnya. Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memutuskan akan merelokasi kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sumber: Sputnik

Tinggalkan komentar