Dunia

Erdogan: Israel Adalah Negara Teroris Yang Sesungguhnya

Erdogan: Israel Adalah Negara Teroris Yang Sesungguhnya - newslyfe.com

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan geram atas sikap Israel yang kerap menggunakan tindakan agresi militer terhadap Suriah. Menurutnya, hal semacam itu sesungguhnya tak diperlukan. Erdogan berpendapat Israel justru mengubah seluruh wilayah Timur Tengah menjadi medan perang.

Hari Minggu kemarin, dalam sebuah wawancara dengan kantor berita BBC Arab, Erdogan mengatakan bahwa Israel terus membawa konflik Timur Tengah ke Jurang Peperangan dan mengubah seluruh wilayahnya menjadi medan perang.

Sang presiden Turki juga mengecam serangan udara Israel terhadap Suriah yang dilancarkan tiga hari lalu.

Erdogan menyebut serangan tersebut sangat membahayakan kedaulatan negara yang seudah dilanda perang sipil tujuh tahun lamanya.

Tak berhenti sampai di situ, kantor berita Ynetnews.com melaporkan keputusan Donald Trump menarik diri dari keputusan nuklir Iran juga tak luput dari kritikan Erdogan.

Seperti diketahui, Erdogan terus mengkritik seluruh tindakan yang dilakukan oleh AS ataupun Israel.

Contohnya, pada minggu lalu kepada kantor berita CNN Erdogan mengatakan pemindahan kedubes AS ke Yerusalem merupakan kesalahan besar.

Berulang kali Erdogan mengatakan bahwa wilayah Yerusalem Timur adalah ibu kota negara Palestina dan jika Palestina akhirnya merdeka, Turki siap membuka kedubesnya di sana.

Menurut Erdogan, dampak keputusan Donald Trump yang kontroversial tersebut semakim membuat AS terisolasi secara diplomatik.

Dia berpendapat dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, AS akan mulai kehilangan negara-negara sekutunya.

Sementara itu, pada akhir bulan Maret lalu, sang presiden Turki mengecam keras serangan keji yang dilancarkan tentara Israel terhadap pendemo Palestina yang tak bersenjata di perbatasan Jalur Gaza.

Sehari setelahnya, militer Israel diketahui telah membunuh 16 pendemo Palestina yang tak bersenjata.

Sampai pada tanggal 13 Mei, jumlah korban jiwa di pihak pendemo Palestina kian bertambah menjadi 53 orang. Jumlah ini meliputi manula, anak-anak dan jurnalis.

“Pernahkah Anda mendengar kecaman atas pembantaian Israel terhadap pendemo Palestina dari mulut mereka yang sering kali mengkritik operasi Afrin di Jalur Gaza?” Tanya Erdogan dalam pidatonya tanggal 31 Maret lalu di Istanbul.

Pidato ini sekaligus menyinggung perihal invasi militer yang dilakukan Turki terhadap pasukan Kurdi di Suriah Utara.

Sedangkan di pihak Israel, Perdana Menteri Netanyahu dalam akun Twitternya sering kali menuduh Erdogan membom penduduk sipil tanpa pandang bulu.

Berbicara di depan para pendukungnya di provinsi Adana, Turki, Erodgan mengatakan pada sang Perdana Menteri Israel:

“Kami (Turki) tengah berusaha memerangi teroris. Namun kalian (Israel) tak peduli tentang teroris karena negara kalian lah teroris yang sesungguhnya,” seperti yang dilansir kantor berita Hurriyet.

Sumber: Sputnik

Tinggalkan komentar