Dunia Sains & Teknologi

Dicecar Kongres, Zuckerberg berkali-kali ucapkan permintaan maaf

Dicecar Kongres, Zuckerberg berkali-kali ucapkan permintaan maaf - newslyfe.com

CEO Facebook Mark Zuckerberg kembali menghadiri rangkaian penyelidikan lainnya yang digelar oleh Dewan Energi dan Komite Perdagangan di Capitol Hill, usai sehari sebelumnya dia turut hadir dalam acara dengar pendapat oleh Senat yang berlangsung selama 5 jam.

Dalam sesi dengar pendapat sebelumnya yang berlangsung selama beberapa jam, terdengar Zuckerberg berulang kali mengucapkan kata “maaf” dari awal dimulainya pertanyaan.

Kerap mengatakan ucapan maaf, bukanlah hal baru bagi milyuner berusia 33 tahun ini.

Dalam sesi tersebut, perwakilan dari Illinois, Jan Schakoswsky membacakan daftar berisi permintaan maaf yang dulu sering kali diucapkan Zuckerberg. Dari daftar tersebut, diketahui Zuckerberg sering mengucapkan permintaan maaf dalam hal pelanggaran kerahasiaan.

Menutup pembacaan daftar kata maaf sang CEO, Schakowsky menyimpulkan bahwa kali ini “manipulasi yang dilakukan Zuckerberg gagal total.”

Ketika ditanya upaya Facebook dalam mengamankan data para penggunanya, Zuckerberg nyatanya terus mengelak dan menghindar.

Dirinya terus berkelit mencampur adukkan pernyataannya mengatakan bahwa para pengguna lah yang mengendalikan apa yang ingin mereka bagian dan Facebook memberikan postingan tersebut ke pihak pengiklan.

Lagi dan lagi, Zuckerberg bersikeras mengatakan “kami tak menjual data kalian.”

Begitu juga ketika ditanya apakah Facebook mau merubah sistem bisnisnya demi melindungi kerahasiaan data penggunanya dengan lebih baik lagi. Zuckerberg menjawab: “Saya tak paham maksud Anda.”

Berbagai pernyataan mengenai penyensuran terus menghujani Zuckerberg dalam sesi dengar pendapat itu.

Beberapa anggota komite mendesak Zuckerberg untuk menyensor konten Facebook yang dinilai konservatif, dikarenakan perusahaan ini sebelumnya mampu memblokir vloggers konservatif pro Trump, Diamond dan Silk, yang isi kontennya dinilai tidak pantas.

https://twitter.com/Cernovich/status/984119694339653632

Zuckerberg mengklaim bahwa raksasa media sosial miliknya ini dibuat untuk menampung segala jenis gagasan dan menyangkal keberpihakannya terhadap kaum konservatif.

Lagi-lagi Zuckerberg ditanya, apakah Facebook bisa menyadap percakapan yang dilakukan penggunanya melalui telepon mereka, sebuah tuduhan yang kerap muncul dan tentu saja disangkalnya.

Sasaran iklan yang didasari percakapan telepon pengguna hanyalah sebuah “kebetulan” , jawabnya.

Dalam kedua sesi penyelidikan yang digelar Kongres, Zuckerberg beranji bahwa teknologi kecerdasan buatan canggih saat ini, dapat membantu perusahaannya memerangi konten “ujaran kebencian” dengan lebih baik lagi.

Selain itu dirinya menambahkan bahwa “teknologi kecerdasan buatan ini nantinya akan mampu mengidentifikasi sang pelaku kejahatan”.

Tak ayal, pernyataannya ini kemudian memunculkan pernyataan “ujaran kebencian” seperti apa yang Zucerberg maksud dan siapa yang akan melatih teknologi kecerdasan buatan guna mengidentifikasi konten yang tepat untuk diblokir.

Berbagai pertanyaan yang dilontarkan dalam sesi kedua ini nampak lebih “tajam”, hingga membuat Zuckerberg tak nyaman.

Ketika ditanya oleh perwakilan dari Florida, Kathy Castor, Zuckerberg lebih sering bergumam dan menghindar.

Terlebih lagi, ketika David McKinley, perwakilan dari West Virgina, menghantamnya dengan sejumlah pernyataan, membeberkan keterlibatan Facebook dalam memberikan izin penjualan opioid di laman media sosialnya yang dilakukan berbagai apotek ilegal.

https://twitter.com/GrantJKidney/status/983893880826363906

Para netizen sendiri menanggapi serangkaian sesi tanya jawab yang digelar selama dua hari ini dengan berbagai ejekan yang ditujukan pada Zuckerberg.

Sumber: RT

Tinggalkan komentar