Dunia

Belgia Geram Mendengar Israel Sebut Korban Meninggal Palestina Sebagai Teroris

Belgia Geram Mendengar Israel Sebut Korban Meninggal Palestina Sebagai Teroris - newslyfe.com

Seluruh warga Palestina, termasuk anak-anak yang terbunuh dalam bentrokan di perbatasan Gaza adalah “teroris”, ujar duta besar Israel untuk Belgia, Simona Franke.

Selanjutnya, sang duta besar mendapat panggilan dari menteri luar negeri Belgia sesaat setelah melontarkan pernyataannya itu.

Belgia mengecam Simona Frankle karena dirinya tak menunjukkan rasa belasungkawanya atas tragedi kekerasan di Gaza yang dikecam seluruh dunia.

Dalam tragedi berdarah tersebut, setidaknya 60 pendemo Palestina meninggal dan lebih dari 2.700 pendemo lainnya terluka oleh tembakan pasukan Israel.

“Saya menyesali kematian seluruh umat manusia, termasuk 55 teroris yang mencoba melintasi wilayah perbatasan,” ujar Frankel dalam wawancara dengan penyiar kantor berita RTBF Belgia pada hari Selasa.

Ketika sang penyiar mecoba mengklarifikasi dengan bertanya apakah 8 dari 60 korban meninggal adalah teroris, sang duta besar tetap bersikeras mengatakan bahwa seluruh pendemo Palestina yang meninggal adalah teroris.

Sang duta besar juga menambahkab bahwa Hamas lah pihak yang patut disalahkan atas kejadian ini. Menurutnya, Hamas telah memanipulasi rakyat Palestina yang melancarkan aksi demo.

https://twitter.com/BelgiuminIsrael/status/996665341802680320?ref_src=twsrc%5Etfw

Sementara itu, Belgia mengecam keras tindak kekerasan gila-gilaan yang dilakukan pasukan Israel terhadap pendemo Palestina di Jalur Gaza.

Menanggapi pernyataan kontroversial Frankel, menteri luar negeri Belgia langsung memanggil sang duta besar untuk segera menemuinya usai wawancara.

Menteri Luar Negeri Belgia Didier Reynders mengutuk pernyataan sang duta besar Israel. Menurutnya jumlah pasukan Israel dalam tragedi tersebut jauh lebih banyak ketimbang jumlah pendemo Palestina.

“Pernyataan Frankel yang menyebut korban meninggal dan luka-luka Palestina sebagai teroris, sangat tak bisa kami terima,” ujar Reynders.

Menurut kantor berita Le Monde, Perdana Menteri Charles Michel, yang menyerukan penyelidikan internasional atas tragedi ini juga mengaku terkejut usai mendengar pernyataan Franckel dalam wawancara tersebut.

Sebelumnya, Turki telah lebih dulu mengusir duta besar Israel atas tindak kekerasan yang dilakukan militernya di perbatasa Gaza.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga menyebut tindakan Israel ini sebagai “genosida”. Begitu geramnya Erdogan terhadap Israel, dia tak ragu langsung menarik dut besarnya dari Tel Aviv dan Washington.

Sebagai informasi, setidaknya 60 pendemo Palestina, termasuk anak-anak dibunuh pasukan Israel menggunakan peluru dan gas air mata. Pemerintah Palestina sendiri menyebut tindakan Israel sebagai “pembantaian massal.”

Tak hanya Belgia dan Turki yang geram, banyak kelompok HAM dan negara anggota DK PBB ikut mengecam tindak kekerasan pasukan Israel di gaza tersebut.

Bahkan negara-negara sekutu AS turut menolak membela Israel dan AS dalam situasi ini.

Sumber: RT

Tinggalkan komentar