Dunia

Ayah Dita Oepriarto Sedih Atas Nasib Naas Cucunya Akibat Ideologi Ayahnya

Ayah Dita Oepriarto Sedih Atas Nasib Naas Cucunya Akibat Ideologi Ayahnya - newslyfe.com

Kapolri Jenderal Polisi, Tito Karnavian lalu mengatakan pada para wartawan bahwa saat ini pihak kepolisian berasumsi bahwa seluruh serangan yang terjadi di Surabaya diperintahkan dari Komando Pusat ISIS.

Kepolisian beranggapan, ISIS ingin membalas tindakan polisi yang memenjarakan mantan pemimpin Jamaah Ansharut Daulah (JAD), sebuah kelompok jihad Indonesia, pendukung setia ISIS.

Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, akhir-akhir ini berupaya keras menangani serangan militan Islam yang kian meningkat.

Peningkatan serangan ini terjadi akibat kedudukan ISIS yang semakin terdesak di Suriah dan Irak.

Tito Karnavian juga menginformasikan pada wartawan bahwa rumor yang beredar mengenai anggota keluarga pelaku bom bunuh diri di Surabaya baru saja pulang dari Suriah sama sekali tak benar.

Kendati demikian, kepolisian membenarkan bahwa Dita Oepriarto memiliki hubungan dekat dengan seseorang yang baru-baru ini kembali ke Indonesia dari Suriah. Mungkin saja, orang ini lah yang menginspirasi Dita dan kelaurganya untuk melancarkan serangan.

“Serangan ini adalah mimpi buruk yang telah diantisipasi pemerintah sejak kepulangan warga Indonesia yang diduga berafiliasi dengan ISIS dari Timur Tengah,” ujar Greg Barton, Ketua Global Islamic Politics di Deakin Unoversity, Australia.

Komentar Ayah Pelaku Bom Gereja Surabaya

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan kantor berita CNN, ayah Dita Oepriarto mengatakan putranya berteman dekat dengan pria yang terlibat dalam ledakan di Sidoarjo.

“Dia tidak pernah bercerita pada saya, tapi saya tahu kalau anak saya memang berteman dekat dengan Anton,” ujar Raden Doddy Oesodo mengomentari kaitan pelaku bom di Sidoarjo, Anton dengan putranya.

“Anton itu teman anak saya di SMA. Dia itu bisa dibilang juniornya anak saya di dalam organisasi JAD. Anak saya, istrinya dan Anton sama-sama anggota JAD,” katanya.

Dirinya juga menambahkan bahwa putranya telah mengetahui JAD sejak di bangku SMA.

Mengomentari perilaku putranya, Oesodo menyebut Dita sebagai sosok yang “tertutup” dan “penyendiri”. Dirinya juga tak pernah berbicara mengenai bom bunuh diri ataupun keinginannya untuk pergi ke Suriah.

“Saya tidak pernah mendengar dia membahas masalah jihad, cuma anak saya itu memang tak setuju dengan kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah.”

Saat diwawancara di rumahnya, Oesodo menunjukkan sebuah foto keluarga di mana ada Dita Oepriarto beserta tiga anaknya yang lain. Oesodo mengatakan kalau dirinya sangat menyayangi keluarganya.

“Saya sangat menyayangi semua cucu saya. Mereka meninggal akibat ideologi ayahnya,” kata Oesodo.

“Saya mau minta maaf pada seluruh warga Surabaya yang telah menjadi korban dari tindakan putra saya. Saya minta maaf sedalam-dalamnya, khususnya untuk para korban meninggal.”

Sumber: CNN Internasional

Tinggalkan komentar