Budaya Sains & Teknologi

Di Arab Saudi, jangan berani periksa ponsel pasangan kalau ga mau masuk penjara atau kena denda!

Di Arab Saudi, jangan berani periksa ponsel pasangan kalau ga mau masuk penjara atau kena denda! - newslyfe.com

Arab Saudi dilaporkan telah menyetujui sebuah undang-undang yang mencegah pasangan agar tidak bisa mengakses ponsel satu sama lain tanpa izin, menambahkan tindakan ini ke dalam kategori kejahatan IT.

Menurut Gulf Digital News, mengutip berbagai sumber hukum, jika tertangkap tangan sedang memata-matai ponsel satu sama lain, para suami dan istri dapat dituntut hukuman satu tahun penjara, atau akan dikenakan denda tak lebih dari 500.000 riyal, atau bahkan menerima kedua hukuman tersebut.

Hukuman semacam itu akan dikenakan pada pasangan yang membagikan atau mengirimkan informasi yang mereka dapatkan usai memeriksa ponsel pasangannya; jika mereka mengakses ponselnya tanpa menggunakan data, mereka akan menerima sebuah peringatan dari hakim, tergantung dari perkara kasus dan kerugian yang diderita oleh orang yang ponselnya dimata-matai.

Penasehat hukum Abdul Aziz bin Batel mengatakan pada Al Arabiya bahwa kejahatan apapun yang dilakukan menggunakan computer, ponsel pintar dan kamera akan dipandang sebagai sebuah kejahatan dunia maya dan akan mendapat hukuman yang sesuai.

“Undang-undang ini merincikan bahwa berbagai hukuman siap dikenakan pada mereka yang melakukan kejahatan informasi, seperti menyadap, menangkap atau membagikan informasi melalui internet tanpa adanya pembenaran atas tindakan ancaman atau pemerasan” Batel menjelaskan.

Arab Saudi bukan satu-satunya negara yang mengkriminalisasikan pengecekan pada ponsel milik pasanganmu; di tahun 2016 seoran wanita expatriate Arab yang tinggal di UAE dikenakan denda serta dideportasi karena dia ketahuan mengecek ponsel suaminya tanpa izin, menduga kalau sang suami memiliki hubungan terlarang dengan wanita lain. Sang wanita dilaporkan telah mengirimkan berbagai gambar, yang diduga dapat memberatkan sang suami atas tuduhan tak setia, dari ponsel sang suami ke ponsel yang dimilikinya melalui aplikasi WhatsApp. Usai wanita ini menuduh suaminya selingkuh, sang suami kemudian mengajurkan keberadan pada pengadilan, menuduh sang istri mengakses ponselnya serta mengirimkan informasi tanpa sepengetahuannya.

sumber: Sputnik

Tinggalkan komentar