Budaya Sains & Teknologi

Demi memenuhi permintaan global, robot seks ‘Transgender’ diproduksi massal di China

Demi memenuhi permintaan global, robot seks ‘Transgender’ diproduksi massal di China - newslyfe.com

Sebuah perusahaan robot seks, DS Doll, di kota Dalian, China, telah memproduksi massal robot seks transgender untuk kemudian dikirim ke seluruh dunia demi memenuhi permintaan global.

Sejak berdiri di tahun 2010, perusahaan DS Doll telah memproduksi 400 model boneka sesuai permintaan dengan berbagai bentuk dan ukuran tiap bulannya.

Harga yang dibanderol untuk bonekanya sendiri dimulai dari $4.080 sampai $4.503. Uniknya, boneka seks yang diproduksi perusahaan ini menggunakan kepala robot yang bisa berbicara.

Banyak masyarakat yang percaya kalau boneka seks biasanya dirancang semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pria.

Oleh karena itu, DS Doll ingin mematahkan stereotype yang beredar di masyarakat dengan memproduksi boneka seks dengan sasaran konsumen yang lebih luas.

Tepatnya untuk mereka yang memiliki ketertarikan berbeda.

“Kami ingin mengedepankan pasaran boneka seks, serta mematahkan anggapan bahwa boneka seks diciptakan hanya untuk pria,” Cloud Climax, yang merupakan reseller perwakilan perusahaan di Eropa dan Inggris mengatakan pada Daily Star Online.

“Kami juga memproduksi boneka seks transgender ataupun berjenis kelamin laki-laki. Ada banyak wanita yang kebanyakan sepasang kekasih juga merupakan konsumen kami.”

Menurut seoriang perwakilan Cloud Climax, boneka seks berjenis kelamin laki-laki dan perempuan lebih disukai para kliennya.

Dirinya menambahkan, kalau boneka seks yang diproduksi DS Dolls tak memiliki jenis kelamin, sehingga konsumen dapat menambahkan sendiri “penis atau vagina” yang kami juga sediakan.

Dia mengatakan “kami memproduksi boneka seks transgender karena kami menyediakan penis serta vagina yang dijual terpisah dan dapat ditambahkan pada seluruh boneka produksi DS Dolls.”

Sementara itu, presiden Beaumont Society, sebuah kelompok pendukung kaum transgender yang berbasis di Inggris, Dokter Jane Hamlin, mengatakan dirinya terkejut akan gagasan ini.

 

Dia mengatakan pada Daily Star Online “Saya rasa boneka ini tak akan membuat masyarakat menjadi lebih menghormati kaum transgender dalam menjalani kehidupannya sehari-hari.

Menurutnya meluasnya penggunaan boneka seks dapat memicu rasa ketidakpedulian masyarakat terhadap kaum transgender.

Sumber: Sputnik

Tinggalkan komentar